Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
PGN Perluas CNG, Gas Bumi Jangkau Yogyakarta dan Sekitarnya
Jumat, 21 Agustus 2026 18:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi penghalang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan energi gas bumi.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), memperluas layanan Compressed Natural Gas (CNG) di Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.
CNG merupakan gas bumi yang dikompresi sehingga dapat diangkut dan disalurkan menggunakan moda non-pipa. Skema ini memungkinkan PGN Gagas menjangkau pelanggan yang lokasinya belum terhubung dengan jaringan pipa gas bumi.
Di Yogyakarta, pemanfaatan CNG terus berkembang, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Saat ini, volume penyaluran CNG PGN Gagas dengan skema point-to-point di Jawa Tengah bagian selatan mencapai sekitar 74.000 meter kubik per bulan.
Baca juga : 4.545 Rumah Terlayani Jargas, PGN Gerakkan Ekonomi Sleman
“PGN Gagas mengembangkan CNG Jawa Tengah Bagian Selatan, termasuk Yogyakarta, menggunakan skema klastering dan point-to-point. Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien,” jelas Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan.
Melalui skema point-to-point, CNG disalurkan langsung dari sumber atau fasilitas pengisian menuju pelanggan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, skema klastering memungkinkan sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dilayani secara lebih terintegrasi.
Model tersebut menjadi salah satu pendekatan PGN Gagas untuk memperluas pemanfaatan gas bumi tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa.
Pengembangan CNG juga memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam memilih sumber energi sesuai kebutuhan operasional.
Baca juga : PGN Gagas Perluas CNG, Gas Bumi Jangkau SPPG hingga Pelaku Usaha
Bagi sektor Horeka yang membutuhkan energi secara konsisten setiap hari, kepastian pasokan dan efisiensi menjadi pertimbangan penting dalam memilih bahan bakar.
Menjangkau Layanan Publik
Pemanfaatan CNG tidak hanya menyasar sektor komersial. Di Magelang, Jawa Tengah, gas bumi terkompresi itu telah digunakan untuk mendukung operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CNG digunakan untuk mendukung proses memasak sekitar 1.500-2.000 porsi MBG per hari. Pemanfaatan ini menunjukkan fleksibilitas CNG untuk berbagai kebutuhan energi, termasuk fasilitas yang memerlukan pasokan bahan bakar rutin untuk kegiatan operasional.
Menurut Santiaji, pengembangan CNG di Jawa Tengah bagian selatan memiliki prospek yang semakin terbuka seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan layanan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang menarik seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata seperti perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Kehadiran layanan CNG diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi sekaligus mendukung produktivitas masyarakat,” ujar Santiaji.
Baca juga : Bio Farma Pakai Gas CNG PGN, Biaya Energi Hemat 40 Persen
PGN Gagas akan terus mengembangkan pemanfaatan CNG dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, keekonomian, serta potensi pertumbuhan pasar di setiap wilayah.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGN menghadirkan solusi gas bumi yang lebih fleksibel sekaligus memperluas pemanfaatan energi gas bumi di berbagai sektor.
Dengan model klastering dan point-to-point, CNG menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.
Skema ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi bagi lebih banyak pelaku usaha dan kegiatan produktif masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya