BREAKING NEWS
 

Pengamat: Energi Bersih Harus Didukung, Bukan Dihadang

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 7 September 2026 19:09 WIB
Foto: Instagram.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan energi bersih dinilai tidak seharusnya terhambat oleh kekhawatiran yang belum diuji melalui kajian dan ketentuan yang jelas.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai, rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran perlu dilihat secara objektif dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, keberlanjutan, keselamatan, serta perlindungan kawasan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Menurut Agus, masyarakat tidak perlu khawatir sepanjang seluruh tahapan pengembangan dilakukan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

Kajian lingkungan juga harus dilakukan secara benar dan seluruh aspek keberlanjutan menjadi perhatian dalam proses pengembangan.

Baca juga : Jalan Tol Tepat Waktu Bantu Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Kalau semua aturan dipenuhi, kajian lingkungannya dilakukan dengan benar, dan seluruh aspek keberlanjutan diperhatikan, masyarakat tidak perlu khawatir. Prinsipnya, pembangunan energi bersih harus tetap berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujar Agus.

Ia mengatakan, pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari upaya menyediakan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Adsense

Karena itu, setiap kekhawatiran masyarakat sebaiknya dijawab melalui keterbukaan informasi, kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta komunikasi yang baik antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat.

Terkait kekhawatiran mengenai keberadaan cagar budaya di sekitar wilayah pengembangan, Agus menilai aspek tersebut harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan.

Baca juga : Luncurkan Kinetik, Australia-Indonesia Perkuat Pembiayaan Energi Bersih

Menurutnya, pembangunan energi tetap harus memperhatikan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya agar pengembangan tidak mengganggu maupun merusak cagar budaya.

“Lokasi kegiatan tentu harus memperhatikan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Jangan sampai pengembangan energi kemudian mengganggu atau merusak cagar budaya. Sepanjang penentuan lokasi dan pelaksanaannya mengikuti ketentuan perlindungan cagar budaya serta hasil kajian yang ada, Insya Allah berkat buat bangsa ini,” tegasnya.

Agus menegaskan, perdebatan mengenai pengembangan energi bersih sebaiknya tidak berhenti pada penolakan.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan tambahan sumber energi yang mampu memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Baca juga : Sulap Sampah Jadi Energi Bersih, Pertamina Perkuat Transisi Energi

“Energi bersih harus didukung, bukan justru dihadang. Kalau ada kekhawatiran, mari diuji berdasarkan kajian dan aturan. Yang penting jangan sampai kita menolak energinya, tetapi tidak menawarkan solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” tegas Agus.

Menurut Agus, pendekatan berbasis kajian dan kepatuhan terhadap aturan menjadi penting agar pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense