Dark/Light Mode

Luncurkan Kinetik, Australia-Indonesia Perkuat Pembiayaan Energi Bersih

Sabtu, 22 Agustus 2026 04:39 WIB
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin (kedua kiri), Deputi Menteri bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka (ketiga kanan), serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath (kiri), Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti (kedua kanan), dan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A Teguh Sambodo foto bersama dalam peluncuran kerja sama Indonesia-Australia, Kinetik, di Jakarta, Kamis (21/8/2026). (Foto Kedubes Australia Jakarta)
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin (kedua kiri), Deputi Menteri bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka (ketiga kanan), serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath (kiri), Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti (kedua kanan), dan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A Teguh Sambodo foto bersama dalam peluncuran kerja sama Indonesia-Australia, Kinetik, di Jakarta, Kamis (21/8/2026). (Foto Kedubes Australia Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - INDONESIA dan Australia memperkuat kerja sama di sektor investasi hijau. Kedua negara meluncurkan Kinetik, kemitraan senilai 600 juta dolar Australia atau sekitar Rp 7,59 triliun (kurs sekitar Rp 12.651 per dolar Australia).

Kemitraan ini dirancang untuk mendorong investasi infrastruktur dan iklim berkelanjutan di Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Kinetik resmi diluncurkan di Kementerian Keuangan. Peluncuran dilakukan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin, Deputi Menteri bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Putut Hari Satyaka, serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

Menurut Kamath, Kinetik menjadi bukti kuatnya kemitraan Indonesia dan Australia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

“Dengan menggabungkan keahlian dan investasi Indonesia dan Australia, Kinetik akan membantu menarik investasi untuk proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan,” kata Kamath.

Baca juga : Komitmen Investasi Jangkar Australia 8 Juta Dolar AS Melalui Kemitraan Kinetik

Investasi tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat masyarakat, sekaligus membuka peluang baru dalam ekonomi hijau.

Kinetik akan menyasar sejumlah sektor strategis. Mulai dari energi terbarukan, air dan sanitasi, pengelolaan sampah, hingga transportasi berkelanjutan.

Kemitraan ini juga mendorong inovasi digital dan pembangunan yang lebih inklusif.

Herman Saheruddin berharap, Kinetik semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam pembiayaan berkelanjutan.

“Saya berharap kemitraan ini akan mengembangkan infrastruktur hijau dan memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” ujar Herman.

Baca juga : Mahfud Yakin Luki Hermawan Mampu Menangkan Ganjar-Mahfud Di Jatim

Pada peluncuran Kinetik, tiga investasi turut diumumkan.bKetiganya menunjukkan fokus kemitraan ini dalam mendorong pembangunan hijau di Indonesia.

Pertama, Kinetik Affirma Capital Climate Transition Fund melalui Private Infrastructure Development Group mengucurkan 35 juta dolar AS untuk Bright Nusantara Energy.

Perusahaan tersebut mengoperasikan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan tenaga surya dengan total kapasitas 30 megawatt di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur.

Kedua, investasi sebesar 13 juta dolar AS melalui Australian Development Investments (ADI) ke Circulate Capital Asia Fund II. Dana tersebut digunakan untuk mendukung perusahaan yang mengembangkan solusi di bidang daur ulang dan pengelola¬an sampah.

Ketiga, investasi filantropi dan publik Australia melalui ADI sebesar 16,65 juta dolar AS untuk Asia Climate-Smart Landscape Fund.

Baca juga : Demokrat Dorong Target Dan Strategi Indonesia Menuju 100 GW

Dana ini akan membiayai perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor pertanian berkelanjutan, agroforestri dan akuakultur.

Lewat Kinetik, Indonesia dan Australia berharap investasi hijau tak hanya memperkuat infrastruktur. Tetapi juga membuka peluang ekonomi baru sekaligus membantu Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.