BREAKING NEWS
 

RUPSLB LPKR Setujui Perubahan Dewan Komisaris, Perkuat Tata Kelola

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 14 September 2026 10:13 WIB
RUPSLB PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan penataan struktur permodalan Perseroan di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memperkuat tata kelola perusahaan melalui perubahan susunan Dewan Komisaris dan penataan struktur permodalan. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dalam RUPSLB, pemegang saham menerima pengunduran diri Anand Kumar dari jabatan Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya rapat. Perseroan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 17 Juli 2026 dan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik pada 20 Juli 2026.

RUPSLB selanjutnya menetapkan kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk masa jabatan sejak ditutupnya RUPSLB hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 2028.

Susunan Dewan Komisaris LPKR terdiri atas Prof. DR. IR. Ginandjar Kartasasmita sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen, Bambang Soesatyo dan Theo L. Sambuaga sebagai Komisaris Independen. Sementara Kin Chan, George Raymond Zage III, dan Ketut Budi Wijaya menjabat sebagai Komisaris.

Baca juga : Brantas Abipraya Rampingkan Anak Usaha, Gaspol Perkuat Bisnis

Adapun jajaran Direksi terdiri atas Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur, Agus Arismunandar sebagai Wakil Presiden Direktur, serta Marshal Martinus Tissadharma, Surya Tatang, Dominique Dion Leswara, David Iman Santosa, dan Fendi Santoso sebagai Direktur.

Selain perubahan susunan pengurus, pemegang saham menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui penarikan kembali 20.700.600 saham treasuri.

Saham treasuri tersebut berasal dari pembelian kembali saham yang dilakukan Perseroan selama periode 2020-2023. Saham tersebut belum dapat dialihkan karena harga pasar belum memenuhi ketentuan harga pengalihan minimum.

Adsense

Penarikan kembali saham dilakukan untuk menyelesaikan status saham treasuri sekaligus menata struktur permodalan Perseroan. Saham yang ditarik memiliki nilai nominal Rp100 per saham atau total Rp2,07 miliar.

Baca juga : Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Distribusi Energi di Kepri

Dengan keputusan tersebut, modal ditempatkan dan disetor LPKR turun dari Rp7,089 triliun yang terbagi atas 70.898.018.369 saham menjadi Rp7,087 triliun yang terbagi atas 70.877.317.769 saham. Sementara modal dasar Perseroan tidak mengalami perubahan.

Penurunan modal tersebut mengubah Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan dan memerlukan persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia. Perseroan juga akan mengumumkan keputusan penurunan modal kepada para kreditur dengan tetap memperhatikan hak kreditur untuk mengajukan keberatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Presiden Direktur LPKR Indra Yuwana mengatakan penguatan tata kelola menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis Perseroan.

"Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan membutuhkan fondasi tata kelola yang kuat. Melalui keputusan RUPSLB ini, kami memastikan fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan dapat terus berjalan efektif dalam mendukung strategi pertumbuhan LPKR," ujar Indra.

Baca juga : Laba LPKR Naik 179%, Bamsoet: Industri Properti Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

Menurutnya, Perseroan akan tetap menjalankan bisnis secara disiplin dan berhati-hati dengan fokus pada penciptaan nilai dalam jangka panjang.

"Kami akan terus menjalankan bisnis secara disiplin, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang," katanya.

Dari sisi kinerja, LPKR membukukan pra penjualan sebesar Rp3,70 triliun pada semester I 2026 atau mencapai 62% dari target tahun ini. Pada periode yang sama, pendapatan Perseroan tercatat Rp3,61 triliun.

Kinerja operasional juga tercermin dari pertumbuhan EBITDA sebesar 20% menjadi Rp754 miliar, dibandingkan Rp627 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp385 miliar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense