RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat lini bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.
Produk ini merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) dan memberikan akses kepada nasabah terhadap reksa dana dengan fokus investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global.
Bagi para investor global, emas kian dipandang bukan sekadar instrumen lindung nilai, tetapi juga aset strategis jangka panjang dalam portofolio.
Laporan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026, survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high worth net di 10 pasar global menunjukkan, emas (fisik dan digital) kini menjadi aset ketiga paling banyak dimiliki secara global, bahkan mencapai 41 persen di kalangan Gen Z.
Baca juga : Sasar Kelas Menengah - Atas, HSBC Resmikan Wealth Center Surabaya
Ke depan, 9 dari 10 investor secara global berencana mempertahankan atau menambah alokasi emas, menunjukkan tingkat keyakinan tertinggi dibandingkan kelas aset lain dalam survei.
Kepemilikan emas juga menonjol di India (61 persen), Uni Emirat Arab (49 persen), dan Tiongkok (49 persen), mencerminkan pergeseran persepsi emas sebagai aset pertumbuhan jangka panjang yang strategis.
Tren ini selaras dengan tema “defend and grow” dari HSBC, investor mengombinasikan kepemilikan inti yang stabil dengan diversifier taktis seperti emas untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Meningkatnya minat terhadap emas secara umum ini turut memberikan angin segar bagi saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, karena kinerja saham perusahaan-perusahaan tersebut secara historis sejalan dengan tren harga dan permintaan emas.
Baca juga : Kolaborasi HSBC dan ANA Ajak Konsumen Lebih Awal Rencanakan Liburan 2026
Menanggapi tren ini, International Wealth and Premier Banking Director, HSBC Indonesia, Lanny Hendra menjelaskan, HSBC Indonesia melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas.
Lanny menambahkan, melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi.
”Prospek positif jangka menengah hingga panjang Prospek harga emas yang positif ini secara historis turut mendukung kinerja saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, mengingat pendapatan dan margin perusahaan-perusahaan tersebut umumnya sensitif terhadap pergerakan harga emas," ujar Lanny dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Lanny menambahkan, namun perlu dicatat bahwa kinerja saham tambang emas juga dipengaruhi oleh faktor spesifik perusahaan seperti biaya produksi dan eksekusi manajemen. Sehingga pergerakannya tidak selalu satu banding satu dengan harga emas itu sendiri.
Baca juga : HSBC Indonesia Luncurkan Sustainability Improvement Loan Dorong ESG Perusahaan
Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi menambahkan, seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio.
"Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang," kata Lilis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.