BREAKING NEWS
 

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Potensi Biomassa untuk Transisi Energi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 25 September 2026 08:39 WIB
Kehadiran PLN EPI di Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan transformasi perusahaan dari penyedia energi primer menuju integrated primary energy solutions provider.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan bioenergi sebagai salah satu solusi mendukung transisi energi sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru.

Strategi tersebut diperkenalkan PLN EPI melalui partisipasinya dalam Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 yang berlangsung pada 22-24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

PLN EPI mengembangkan potensi sumber daya domestik menjadi berbagai produk energi, mulai dari biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioethanol.

Kehadiran PLN EPI dalam Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan transformasi perusahaan dari penyedia energi primer menuju integrated primary energy solutions provider.

"Transformasi tersebut memperluas kapabilitas PLN EPI dari pengelolaan pasokan gas dan BBM, batu bara, serta biomassa menuju pengembangan infrastruktur, layanan, inovasi teknologi, dan solusi energi yang mendukung keandalan pasokan sekaligus percepatan transisi energi," ujar VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Potensi Biomassa

Anita mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya bioenergi yang besar yang berasal dari berbagai jenis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, hingga sampah perkotaan.

Baca juga : Inovasi Komunikasi Transisi Energi, PLN EPI Borong 2 Penghargaan IABC 2026

"PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan," kata Anita.

Dalam pemetaan PLN EPI, terdapat sekitar 60,6 juta ton potensi biomassa yang belum termanfaatkan. Potensi tersebut menjadi salah satu basis pengembangan ekosistem bioenergi ke depan.

"Pemanfaatan menjadi end product perlu memperhitungkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok," ujarnya.

Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak berhenti pada pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit.

Adsense

Berbagai jenis feedstock dapat diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah melalui proses serta teknologi yang berbeda.

PLN EPI memetakan sejumlah jalur pengembangan bioenergi, meliputi biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, CBG, waste management, biofuel, hingga bioethanol.

Baca juga : Pertamina Jalankan Dua Jalur Pertumbuhan Hadapi Transisi Energi

"Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor," ujar Anita.

Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pyrolysis.

Sementara itu, syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.

PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor.

Sementara itu, CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk co-firing dengan gas alam pada pembangkit berbahan bakar gas.

Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.

Baca juga : Solusi cara membatalkan transaksi wondr bni

Co-firing di 52 PLTU Di sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan biomassa melalui co-firing menjadi salah satu implementasi bioenergi yang telah dikembangkan PLN.

Program tersebut diarahkan pada 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW). Pemanfaatan co-firing memungkinkan biomassa digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.

Ke depan, ekosistem bioenergi PLN EPI tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi melayani industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor.

"Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun portofolio bisnis rendah karbon di tengah transformasi sektor energi," ujar Anita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense