BREAKING NEWS
 

Koalisi Kesehatan Keuangan Dorong Resiliensi UMKM melalui Ketahanan Finansial

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 28 September 2026 18:46 WIB
Para Koalisi Kesehatan Keuangan Indonesia di forum Indonesian Coalition for Financial Health: The First Step Forward di Amartha Village, Jakarta. (Foto: Dok. Amartha)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan inklusi keuangan di Indonesia mencatatkan capaian positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen. Meski demikian, kemudahan akses terhadap layanan keuangan memerlukan agenda strategis berikutnya, yaitu membangun kesehatan finansial, terutama bagi masyarakat akar rumput di Indonesia. 

Bagi UMKM akar rumput, kesehatan finansial tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan keuangan. Tetapi juga kemampuan untuk mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menghadapi goncangan pendapatan maupun kebutuhan yang tidak terduga, serta membangun kapasitas untuk terus mengembangkan usaha.

Merespons tantangan tersebut, Amartha Financial (Amartha) membentuk Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) sebagai platform kolaborasi lintas sektor yang memiliki tujuan memperkuat agenda kesehatan finansial bagi komunitas akar rumput di Indonesia. Kamis (24/9/2026) ICFH menggelar forum Indonesian Coalition for Financial Health: The First Step Forward yang melibatkan 15 institusi lintas sektor ini sebagai langkah awal untuk mengarusutamakan kesehatan keuangan dan mendorong aksi nyata intervensi lintas sektor.

Baca juga : Pertamina Bekali UMK Siap Hadapi Buyer Global Lewat Business Matching

Head of Secretariat ICFH sekaligus Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, membuka forum tersebut dengan memaparkan hasil riset “Financial health check-up” kepada lebih dari 1.800 responden di seluruh Indonesia, untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan para pelaku UMKM.

Ia menerangkan, saat ini hanya empat dari sepuluh UMKM di Indonesia telah mencapai kondisi kesehatan finansial yang memadai. Walaupun akses keuangan dan kepercayaan diri sudah bagus, namun kemampuan UMKM bertahan terhadap goncangan dan memiliki kemampuan bertumbuh masih rendah. “Dari bukti empiris ini, intervensi dan kebijakan yang lebih terorkestrasi diperlukan untuk memperkuat ekosistem secara keseluruhan,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (28/9/2026).

Adsense

Sebagai wujud aksi nyata, Amartha bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Women’s World Banking (WWB) telah menjalankan prototipe market linkage dan formalisasi usaha “Tumbuhkan Peluang” di Yogyakarta dan bersiap memperluas jangkauan ke Palu dan Palembang. Untuk mengakomodasi UMKM yang bersiap naik kelas dan terhubung dengan agregator, Amartha juga telah menyiapkan produk pembiayaan berupa invoice financing dan export financing untuk memastikan ketersediaan sumber pembiayaan bagi UMKM yang siap untuk upscale. 

Baca juga : Pizza Gaza Berdayakan Ekonomi Dan Pendidikan Lewat Bisnis Kuliner

Temuan Amartha sejalan dengan tren yang ditemukan oleh WWB bahwa meski inklusi keuangan memperluas akses pembiayaan, masih terdapat hambatan struktural yang menghalangi jutaan pengusaha perempuan untuk membangun ketahanan finansial (financial resilience) sejati akibat minimnya instrumen perlindungan usaha. Karena itu, diperlukan kebijakan yang inklusif dan responsif gender sebagaimana ditegaskan dalam publikasi resmi Policy Handbook for Women’s Financial Inclusion.  

Agnes Salyanty, Sr. Research Lead Southeast Asia Women's World Banking, menyampaikan bahwa pola di Indonesia menunjukkan bahwa perempuan UMKM adalah pengelola keuangan yang sangat disiplin. Namun, tantangan global yang juga terjadi di banyak negara berkembang adalah mayoritas produk keuangan dirancang untuk membiayai, belum melindungi.

“Kesehatan finansial baru benar-benar terwujud apabila ekosistem mulai dari produk, kebijakan, hingga rantai distribusi mampu memberikan solusi yang menjawab risiko ril harian mereka,” ujarnya.

Baca juga : Senayan Mau Perkuat UMKM

Ke depan, ICFH akan terus membuka ruang kolaborasi dengan lebih banyak pihak dari sektor keuangan, pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, akademisi, hingga komunitas untuk memperkuat agenda financial health di Indonesia. 

Bagi Amartha, kata Aria, kesehatan finansial adalah tujuan dari agenda inklusi keuangan dan pemberdayaan guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi penting, dengan masing-masing pihak berkontribusi sesuai kapasitas dan keahliannya sekaligus membangun bukti dari kondisi nyata di lapangan agar inovasi dan kebijakan dapat dikembangkan di atas landasan yang robust dan relevan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense