Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PNM-Kementerian UMKM Luncurkan Laksmi, Dorong Perempuan Naik Kelas
Jumat, 25 September 2026 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian UMKM bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat pemberdayaan usaha mikro perempuan melalui Program Laksmi 2026.
Program ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar mampu mengembangkan usaha dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
Program Laksmi 2026 resmi diluncurkan di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).
Tahap awal program tersebut menjangkau sekitar 500 pengusaha mikro perempuan, dengan 250 di antaranya merupakan nasabah PNM.
Laksmi merupakan program pendampingan usaha mikro perempuan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan dasar.
Pendampingan mencakup pengenalan pola fokus usaha, manajemen usaha dasar, berbagi pengalaman antarpelaku usaha, hingga onboarding platform SAPA UMKM sebagai tahap awal pendampingan di Jawa Timur.
Baca juga : PNM Peduli Gelar Trauma Healing, Bantu Nasabah Flores Bangkit Berusaha
Program tersebut secara khusus menyasar KPM PKH agar dapat naik kelas dan mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Melalui sinergi Kementerian UMKM dan PNM, para KPM didorong mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Peluncuran Laksmi 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian UMKM dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
Penandatanganan dilakukan Direktur PNM dan Sekretaris Menteri UMKM RI, serta disaksikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Nota kesepahaman tersebut menjadi landasan formal bagi kedua pihak untuk menyinergikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro secara berkelanjutan.
Kerja sama ini juga menjadi dasar pendampingan KPM PKH dalam Program Laksmi 2026 sesuai ruang lingkup yang telah disepakati.
Baca juga : Dari Sampah Pasar, Zulhaida Bangun Usaha Kerajinan Beromzet Jutaan
Dalam keynote speech sekaligus peluncuran Program Laksmi 2026, Maman Abdurrahman mengaitkan semangat program dengan Surah Al-Baqarah ayat 261.
Ayat tersebut memberikan perumpamaan infak di jalan Allah SWT seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir menghasilkan seratus biji.
"Pesan itu menjadi dorongan agar para ibu memiliki semangat untuk berbagi, berusaha, dan bergerak dari posisi penerima menjadi pihak yang mampu membantu orang lain. Sejalan dengan prinsip bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, kita berharap para KPM memiliki keyakinan dan semangat untuk meningkatkan kemandirian serta mengangkat derajat keluarganya," ujar Maman.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan PNM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan usaha ultra mikro melalui tiga fungsi utama, yakni pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan.
Menurutnya, penguatan ekosistem usaha mikro perlu menghubungkan pembiayaan dengan akses layanan, pasar, dan jejaring.
Karena itu, sinergi dengan Kementerian UMKM melalui Program Laksmi menjadi langkah konkret untuk mendorong KPM PKH keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Baca juga : Perencanaan SDM dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja di Kementerian UMKM
"Kerja sama ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, tetapi menjadi landasan untuk menerjemahkan sinergi antara PNM dan Kementerian UMKM ke dalam program yang konkret dan terukur bagi pelaku usaha mikro," ujar Sunar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan fasilitasi dan pendampingan UMKM inklusif, meliputi bantuan Program Penguatan Sektor Ekonomi serta layanan pendampingan melalui PNM Mekaar dan PNM ULaMM.
Fasilitas tersebut melengkapi cakupan pendampingan Laksmi agar manfaat program dapat langsung dirasakan peserta, khususnya KPM PKH, pada hari peluncuran. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan onboarding SAPA UMKM.
Kementerian UMKM dan PNM berharap koordinasi pascapenandatanganan terus dikawal sehingga Program Laksmi dapat ditindaklanjuti secara konsisten dan mampu mengantarkan KPM PKH menuju kemandirian ekonomi di Jawa Timur.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, Deputi Bidang Usaha Mikro Riza Damanik, Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih.
Sementara itu, PNM diwakili Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Sunar Basuki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya