BREAKING NEWS
 

MotoGP Mandalika Makin Ngebut, Ekonomi NTB Ikut Tancap Gas

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 8 Oktober 2026 17:43 WIB
Foto: InJourney.

RM.id  Rakyat Merdeka - Deru mesin MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak hanya menghadirkan tontonan balap motor kelas dunia.

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi hingga hampir Rp 5 triliun bagi perekonomian nasional dan daerah.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Danantara Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Keuangan, serta MotoGP Sports Entertainment Group memperkuat kolaborasi untuk memastikan penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian.

Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group Carlos Ezpeleta mengatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia.

Tingginya antusiasme masyarakat dan penjualan tiket menunjukkan kuatnya basis penggemar MotoGP di Tanah Air.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat,” ujar Carlos.

Baca juga : Awak Mobil Tangki dan Operator SPBU Pertamina Dukung MotoGP Mandalika 2026

MotoGP Mandalika 2026 menjadi tahun kelima penyelenggaraan sejak 2022. Jumlah penonton terus meningkat, dari 102.929 orang pada 2023 menjadi 121.252 orang pada 2024, dan mencapai 140.324 orang pada 2025.

Dengan lebih dari 632 juta penggemar secara global dan jangkauan siaran hampir 200 negara, MotoGP Mandalika dinilai menjadi etalase Indonesia di mata dunia.

Ajang ini sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM Indonesia.

Dari sisi ekonomi, dampaknya diperkirakan mencapai hampir Rp 5 triliun. Sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM terlibat dalam ekosistem penyelenggaraan.

Perputaran ekonomi dirasakan di berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga aktivitas pariwisata lainnya.

Adsense

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, lima tahun penyelenggaraan MotoGP telah memberikan perubahan signifikan terhadap ekosistem pariwisata NTB.

Baca juga : Pertamina Grand Prix of Indonesia Dari Sponsorship ke Global Branding

“Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” kata Dony.

Dampak tersebut juga terlihat dari meningkatnya konektivitas udara menuju NTB.

InJourney Airports mencatat terdapat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok selama periode MotoGP 2026. Tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika juga telah mendekati 100 persen.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan, MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda balapan selama tiga hari. Menurutnya, penyelenggaraan ajang tersebut diarahkan untuk membangun warisan jangka panjang bagi Indonesia.

“MotoGP Mandalika bukan sekadar tiga hari balapan. Namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia. Event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global,” ujar Maya.

Tak hanya memberikan dampak terhadap perekonomian dan pariwisata, penyelenggaraan MotoGP juga turut mendorong lahirnya talenta lokal.

Baca juga : Jelang MotoGP Mandalika, Pertamina Melalui Elnusa Petrofin Perkuat Pasokan BBM

Pembalap Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 menjadi representasi generasi pembalap Indonesia di panggung dunia.

Selain itu, sebanyak 380 marshal asal NTB telah mendapatkan pelatihan sesuai standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Sejumlah marshal bahkan mendapat kesempatan bertugas dalam event balap internasional di luar negeri, termasuk di Sepang, Malaysia.

Maya menegaskan, keberhasilan MotoGP tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara di lintasan. Kesuksesan juga harus terlihat dari pertumbuhan ekonomi, penguatan citra Indonesia di mata dunia, serta lahirnya talenta-talenta baru dari ekosistem yang dibangun.

“Pada akhirnya ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya siapa yang menjadi juara di lintasan, namun keberhasilannya juga harus terlihat dari seberapa besar ekonomi yang tumbuh, seberapa kuat Indonesia dikenal dunia, dan berapa banyak talenta Indonesia yang lahir dari ekosistem yang dibangun,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense