Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Revitalisasi 401 Sekolah di Bali Dongkrak Mutu Pendidikan dan Ekonomi
Minggu, 4 Oktober 2026 17:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ruang kelas yang pernah roboh hingga sekolah yang dua kali setahun terendam banjir kini mulai berubah.
Program revitalisasi satuan pendidikan di Bali tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, peningkatan program revitalisasi di Bali merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
“Tahun 2025 terdapat 188 sekolah, kemudian pada 2026 ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali. Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah,” ujar Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan di Bali, Jumat (2/10/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.
“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” tuturnya.
Dampak revitalisasi salah satunya dirasakan SD Negeri 15 Dangin Puri. Guru SDN 15 Dangin Puri, Ni Gusti Ayu Trisna Dewi, mengatakan program tersebut membawa perubahan nyata bagi sekolah tempatnya mengajar sejak 2019 dan baru mendapatkan revitalisasi pada 2026.
Baca juga : Perguruan Tinggi & Sekolah Harus Satu Ekosistem untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Trisna mengatakan, sebelum direvitalisasi, salah satu ruang kelas di lantai tiga pernah roboh akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.
“Sebelum direvitalisasi, kebetulan di lantai 3 ada kelas yang roboh pada saat itu. Kebetulan mungkin hujan angin, jadi mungkin rembes dari atas, jadi roboh kelasnya,” ujar Trisna di Kota Denpasar.
Setelah revitalisasi, kondisi ruang kelas dan toilet menjadi lebih baik. Ruang belajar juga terlihat lebih rapi dan bersih sehingga mendukung kenyamanan murid selama mengikuti pembelajaran.
“Lalu setelah direvitalisasi, kelas yang roboh akhirnya sudah baik. Jadi kelas-kelas juga lebih rapi, lebih bersih juga,” katanya.
Menurut Trisna, perubahan lingkungan belajar turut meningkatkan semangat murid. Mereka bahkan berinisiatif menghias ruang kelas menggunakan hasil karya sendiri.
“Dampaknya justru pastinya untuk proses belajar-mengajar pasti akan lebih bagus. Kelihatan kelasnya juga lebih bagus, lebih rapi. Anak-anak juga lebih semangat buat belajar, karena lingkungannya, tempat dia untuk proses belajar-mengajarnya jauh lebih rapi, lebih bersih,” tuturnya.
Semangat serupa dirasakan Kanaya, salah satu murid kelas V SDN 15 Dangin Puri. Dia mengaku semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah sekolah diperbaiki.
Baca juga : Komisi X DPR Usulkan Kebijakan Pendidikan Gratis Berkeadilan
“Sekolah kami telah diperbaiki, kami merasa sangat senang, semakin semangat untuk belajar bersama teman-teman di sekolah. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Abdul Mu’ti,” ucapnya.
Berdiri Sejak 1975, Dua Kali Setahun Terendam Banjir
Cerita berbeda datang dari TK Indraprasta Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Sekolah tersebut berdiri sejak 1975 dan kemudian dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1989.
Sebelum mendapatkan program revitalisasi pada 2026, kondisi bangunan sekolah mengalami berbagai kerusakan.
Atap bocor, dinding rapuh, serta kusen rusak akibat rayap dan banjir menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pembelajaran.
Kepala TK Indraprasta Kuta, Wayan Leniasih, mengatakan bangunan sekolah telah lama membutuhkan perbaikan.
“Kondisi TK Indraprasta Kuta sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, kondisinya sangat miris karena ini berdiri sejak tahun 1975, terus dipindahkan ke sini pada tahun 1989. Dari situlah bangunan kami tidak pernah direnovasi dan kondisinya banyak atap yang bocor, dinding juga sudah rapuh,” kata Wayan saat ditemui di Kabupaten Badung, Jumat (2/10).
Melalui program revitalisasi tersebut, enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, serta taman bermain yang sebelumnya roboh dan diterjang banjir mendapatkan perbaikan.
Baca juga : The Solitaire Kenalkan Bali Jadi Destinasi Bedah Estetik Dan Longevity
“Untuk TK Indraprasta Kuta mendapatkan rehabilitasi 6 ruang kelas, 1 ruang admin, 1 toilet, penataan taman bermain yang roboh dan diterjang banjir,” tambah Wayan.
Wayan mengungkapkan, banjir yang terjadi dua kali dalam setahun turut memperburuk kondisi sekolah. Bahkan, air banjir dapat mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
“Kusen-kusen dimakan rayap setelah banjir. Dua kali setahun banjir sampai sebatas pinggang orang dewasa. Jadi banyak yang rusak sehingga solusinya pun belum ditemukan sampai saat ini,” kisahnya.
Setelah mendapatkan revitalisasi, Wayan berkomitmen bersama jajaran sekolah menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki, termasuk perabotan yang diberikan.
“Kami berjanji akan menjaga dan merawat fasilitas ini yang sudah diberikan berupa rehab beserta perabotan-perabotannya. Kami di sini semua sepakat, semua berkomitmen untuk menjaga dan merawat,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya