RM.id Rakyat Merdeka - Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani perempuan melalui perluasan akses pembiayaan, teknologi, pelatihan, dan pasar guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui Women Empowerment Working Group (WEWG) serta penerapan model Inclusive Closed Loop yang menghubungkan petani dengan perusahaan dan pembeli hasil panen (offtaker), disertai pendampingan praktik pertanian dari pengolahan lahan hingga pascapanen.
Co-Chair PISAgro Franky OeOesman Widjaja mengatakan, model Inclusive Closed Loop yang telah diterapkan di sektor kelapa sawit diharapkan dapat direplikasi pada komoditas pertanian lainnya untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan mendorong harga jual yang layak bagi petani, termasuk perempuan.
Baca juga : Jeritan Petani Menghadapi Anomali Musim Kemarau
PISAgro menilai petani perempuan memiliki peran strategis dalam rantai nilai pertanian, mulai dari produksi dan pengolahan hingga pengendalian mutu serta pengelolaan usaha. Namun, keterbatasan akses teknologi dan informasi serta tanggung jawab domestik masih menjadi hambatan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Women Empowerment Working Group Leader PISAgro Suandi Tanuwijanto menegaskan bahwa petani perempuan perlu dipandang sebagai mitra strategis dalam rantai nilai pertanian, bukan sekadar penerima manfaat program sosial.
Penguatan kapasitas petani perempuan juga dilakukan melalui literasi keuangan, pengembangan usaha berbasis pangan lokal, serta penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di sektor pertanian.
Baca juga : Sisir Titik Kekeringan, Menteri Dody Perjuangkan Air Bagi Petani
Melalui WEWG, PISAgro bersama para anggotanya menjalankan sejumlah program pemberdayaan, antara lain GrowHer: Kakao bersama Save the Children di Sulawesi Selatan, serta BENTA bersama Mercy Corps Indonesia dan The Starbucks Foundation di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Program GrowHer: Kakao memperkuat akses sumber daya bagi petani perempuan melalui literasi keuangan, kelompok simpan pinjam berbasis masyarakat, serta pembelajaran kesetaraan gender. Sementara itu, BENTA berfokus pada kesehatan, ketahanan keuangan, dan pengembangan usaha inklusif bagi perempuan petani kopi serta perempuan muda.
Executive Director PISAgro Insan Syafaat menyampaikan bahwa kolaborasi organisasi tersebut bersama pemerintah dan sektor usaha telah menjangkau sekitar 2,8 juta petani di Indonesia, dengan 10–15 persen di antaranya merupakan perempuan.
Baca juga : Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Kedaulatan Pangan Dan Kesejahteraan Petani
PISAgro berkomitmen memperluas akses petani perempuan terhadap pelatihan, pembiayaan, teknologi, dan kelembagaan untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan.
Upaya pemberdayaan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pangan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga petani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.