Dark/Light Mode

Andi Undru Mario: Petani Harus Ditempatkan sebagai Aktor Utama Ketahanan Pangan

Selasa, 22 September 2026 08:13 WIB
Praktisi pertanian Andi Undru Mario (tengah). (Foto: Istimewa)
Praktisi pertanian Andi Undru Mario (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengalaman 15 tahun mendampingi petani di berbagai daerah membuat Andi Undru Mario melihat persoalan pertanian Indonesia bukan sekadar dari balik meja. Dari pengalaman membagikan pupuk gratis saat terjadi kelangkaan, ia menemukan persoalan yang jauh lebih luas, mulai dari sarana produksi, lahan, pendataan, distribusi hingga kesejahteraan petani.

Formulator Pupuk Super Tani Indonesia itu mengungkapkan, pembagian pupuk gratis yang dilakukan selama sekitar 15 tahun terakhir berkembang menjadi rangkaian riset dan pendalaman di lapangan. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi petani sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan.

Menurut Andi, persoalan pertanian tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan di atas kertas. Implementasi di lapangan harus menjadi perhatian serius agar berbagai program Pemerintah benar-benar diterima petani yang menggarap lahan dan menghasilkan pangan.

“Jangan sampai ada petani yang benar-benar menggarap lahan tetapi justru tidak mendapatkan dukungan karena persoalan administrasi atau data,” ucap praktisi pertanian ini, dalam Diskusi Media 2026 bertajuk “Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global” yang digelar DPP Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), di Rarampa Resto & Bar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).

Baca juga : Bali Darurat Rabies, DPR Desak Pemerintah Turun Tangan

Dari pengalaman tersebut, Andi mendorong perbaikan sistem bantuan pertanian agar lebih tepat sasaran. Menurut dia, Pemerintah perlu memastikan bantuan dan sarana produksi benar-benar diterima petani yang aktif melakukan produksi.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi teknologi dan sarana produksi untuk meningkatkan produktivitas. Bagi Andi, petani harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ketahanan pangan nasional.

Petani harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ketahanan pangan. Ketika petani sejahtera, produktivitas meningkat, dan lahan pertanian terlindungi, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Andi mengatakan, keberpihakan kepada petani tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem produksi yang memungkinkan petani terus berproduksi secara berkelanjutan.

Baca juga : Pertamina Bangkitkan Petani Melon Korban Bencana Banjir

Salah satu persoalan yang menurutnya perlu dibenahi adalah pendataan. Data penerima bantuan harus mampu menggambarkan kondisi riil petani dan lahan yang dikelola.

“Pendataan harus berbasis by name, by address, and by land. Artinya, harus jelas siapa petaninya, di mana alamatnya, dan berapa luas lahan yang benar-benar digarap,” kata Andi.

Ia menegaskan, kritik terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan tidak dimaksudkan untuk melemahkan program pemerintah. Sebaliknya, kritik diperlukan agar kebijakan swasembada pangan dapat berjalan lebih efektif.

“Kita harus memberikan dukungan terhadap pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Tetapi dukungan itu juga harus disertai kritik yang konstruktif,” ujarnya.

Baca juga : Ketum APROPI Puji Kinerja Amran: Layak Jadi Menteri Berkinerja Terbaik

Dalam diskusi yang sama, Ketua Umum DPP SPRI Heintje Mandagi mengatakan, pers memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai persoalan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Pers tidak hanya bertugas memberitakan yang terjadi, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Heintje.

Diskusi Media 2026 tersebut juga menghadirkan mantan Irjen Kementerian Pertanian Jan Samuel Maringka sebagai narasumber serta wartawan dari sejumlah media televisi dan online nasional sebagai peserta diskusi. Forum ini menjadi ruang untuk membedah berbagai persoalan pertanian dari perspektif kebijakan maupun realitas yang dihadapi petani di lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.