RM.id Rakyat Merdeka - Magelang kian memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi potensial bagi industri pariwisata internasional.
Melalui ajang Borobudur & Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026, sebanyak 4.813 pertemuan bisnis berhasil digelar selama dua hari penyelenggaraan pada 26–27 Oktober 2026.
Capaian ini membuka peluang kerja sama antara pelaku industri pariwisata lokal dengan jaringan pasar nasional hingga mancanegara.
Digelar di Semanggi Ballroom, Grand Artos Hotel & Convention, Magelang, Jawa Tengah, BBTE 2026 mempertemukan lebih dari 300 buyer dan seller dari dalam maupun luar negeri.
Ajang yang diinisiasi PT Raja MICE Indonesia (RajaMICE) ini mengusung konsep Business-to-Business (B2B) Tourism Marketplace.
Forum tersebut mempertemukan berbagai pelaku industri pariwisata, mulai dari sektor perhotelan, pengelola destinasi wisata, desa wisata, atraksi, transportasi, restoran, hingga penyedia layanan MICE dengan jaringan pembeli potensial.
Ketua Panitia BBTE 2026, Sugeng Sugiantoro mengatakan, capaian 4.813 pertemuan bisnis dalam dua hari menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku industri terhadap platform yang dapat mempertemukan penyedia produk pariwisata dengan pasar secara langsung.
"BBTE kami rancang sebagai ruang pertemuan bisnis yang produktif dan terukur bagi pelaku industri pariwisata. Kami berharap pertemuan-pertemuan ini berkembang menjadi tindak lanjut bisnis dan kerja sama nyata," ujar Sugeng.
Baca juga : Menteri LH Jumhur Hidayat Dorong Industri Hijau & Kendaraan Listrik di Magelang
CEO RajaMICE Panca R. Sarungu menambahkan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan peluang untuk membangun koneksi bisnis berkelanjutan antara pelaku industri lokal dengan jaringan pasar nasional maupun internasional.
Menurutnya, BBTE diharapkan menjadi agenda strategis untuk memperkuat promosi destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata daerah.
BBTE 2026 diikuti lebih dari 300 buyer dan seller dari berbagai wilayah Indonesia serta pasar internasional, termasuk Malaysia.
Sejumlah buyer yang hadir antara lain Discova Bali, Asian Trails Indonesia, Destination Asia, Pacto DMC, Go Vacation Indonesia, Marintur Indonesia, dan Haryono Travel Surabaya.
Sementara itu, buyer internasional berasal dari sejumlah perusahaan Malaysia, seperti Harmony Excellence Holidays, Trisixty5 Holidays, Travel Forte, dan Jacz Travel Holiday.
Dari sisi seller, sejumlah perusahaan dan pelaku industri pariwisata turut berpartisipasi, di antaranya Plataran Borobudur Hotel & Resort, Artotel Group, Azana Hospitality, Mora Group, Nemuru Hotels Group, Parador Hotels, Taman Safari Bali, hingga Sari Ater.
Seluruh pertemuan bisnis dijadwalkan melalui sistem Pre-Scheduled Appointment (PSA) menggunakan platform digital iVent.
Setiap pertemuan berlangsung sekitar 15 menit untuk membahas produk, potensi distribusi, hingga peluang kerja sama.
Baca juga : Angkutan Pelajar Aman: Jaga Keselamatan Siswa, Hidupkan Angdes Kabupaten Magelang
Tak hanya mempertemukan pelaku bisnis, BBTE 2026 juga menjadi ajang promosi destinasi unggulan Jawa Tengah.
Melalui Pavilion Visit Jawa Tengah dan Pavilion Kabupaten Magelang, sejumlah desa wisata dan destinasi lokal diperkenalkan kepada para buyer.
Desa wisata yang dipromosikan antara lain Desa Wisata Rahayu Kebumen, Serang Purbalingga, Sedangsari Wonosobo, Karangrejo Magelang, dan Dewi Pari Magelang.
Sementara itu, destinasi Kabupaten Magelang yang diperkenalkan meliputi Ketep Pass, VW Cabrio, Negeri Khayangan, Silancur Highland, hingga Jeep Sumbing.
Penyelenggara juga menghadirkan 11 stan UMKM dari Kabupaten dan Kota Magelang sebagai ruang promosi bagi produk usaha lokal.
Kehadiran pelaku UMKM tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemasaran sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan BBTE 2026 turut diisi Buyer Networking Dinner di Restoran Manohara Borobudur, pembukaan resmi, Welcome Dinner di Puri Asri Hotel & Resort, serta Farewell Dinner di Pendopo Pengabdian, Kota Magelang.
Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga : BPDP Ajak UKMK Magelang Tangkap Peluang Bisnis Produk Turunan Sawit
Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi industri pariwisata, antara lain ASITA, PHRI, PUTRI, IHGMA, IVENDO, HASTANA Indonesia, Indonesia Health Tourism Society (IHTS), serta Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA).
Untuk memberikan pengalaman langsung kepada buyer, panitia menggelar Buyer Post-Tour pada 28 Oktober 2026.
Para peserta diajak mengunjungi kawasan Candi Borobudur, menikmati kuliner di Nalendro Café Borobudur, sekaligus mengenal potensi wisata dan produk lokal Magelang.
Dengan capaian 4.813 pertemuan bisnis, BBTE 2026 diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, atraksi wisata, hingga industri MICE.
Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Magelang dan kawasan Borobudur sebagai salah satu pusat pengembangan bisnis pariwisata di Indonesia.
BBTE dijadwalkan kembali digelar di Magelang pada 24–28 Oktober 2027. Penyelenggaraan tahun depan juga akan dirangkaikan dengan festival masyarakat Borobudur International Night Carnival.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.