BREAKING NEWS
 

Hasilkan Nilai Tambah Rp 26 Miliar

Pertamina Dorong Kemandirian Melalui Desa Energi Berdikari

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 2 November 2026 20:40 WIB
Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina di acara DETalk: Desa Berdaya, Energi Terjaga : Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).

 Sebelumnya 
Kondisi tersebut turut berdampak pada kehidupan ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari peternakan. Bahkan, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer menuju Mataram untuk mencari pakan ternak.

Berangkat dari kondisi tersebut, Burhanudin bersama masyarakat menginisiasi gerakan pemulihan lingkungan melalui pendekatan agroforestri. Penanaman pohon tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan, tetapi juga menyediakan sumber pakan ternak, buah-buahan, serta mengembangkan potensi ekowisata.

“Apapun yang terjadi, kampung ini harus kita kembalikan, walaupun kita harus siram dengan keringat dan air mata,” cerita Burhanudin di sela DETalk : Desa Berdaya, Energi Terjaga : Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).

Hasilnya, bersama masyarakat, sebanyak 30.000 pohon telah ditanam di kawasan seluas sekitar 96 hektare. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi ekosistem ekonomi baru melalui peternakan, ekowisata, serta pengembangan produk UMKM berbahan dasar kelapa, seperti cocopeat, coconut oil, dan briket.

Kini, Desa Tumpak mampu menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, mayoritas wisatawan internasional. Berbagai aktivitas tersebut turut menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun dan membuka kesempatan kerja bagi sekitar 60 warga.

Baca juga : Pertamina EP dan PGN Teken Kontrak Gas Sengeti Rp 1,6 Triliun

Perubahan serupa juga dirasakan masyarakat Dusun Bondan. Jamaludin, Local Hero Dusun Bondan, menceritakan bahwa sebelum 2017, wilayahnya belum memiliki akses listrik. Masyarakat mengandalkan lampu minyak untuk penerangan, sementara aktivitas pendidikan dan ekonomi sangat terbatas.

Selain persoalan listrik, warga juga menghadapi keterbatasan akses air bersih karena sumber air di wilayah tersebut merupakan air payau. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer menggunakan perahu.

Kondisi tersebut mulai berubah setelah hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang diinisiasi melalui program Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap. Pemanfaatan energi terbarukan kemudian dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

“Kami tidak hanya menggunakan pembangkit listrik ini untuk penerangan. Kami terus berupaya melakukan inovasi untuk membantu kebutuhan masyarakat,” jelas Jamaludin.

Energi dari PLTH dimanfaatkan untuk mendukung penggunaan aerator pada tambak ikan sehingga produktivitas budidaya dapat ditingkatkan. Selain itu, listrik juga mendukung sistem desalinasi air berbasis masyarakat untuk mengolah air laut menjadi air tawar.

Baca juga : 60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Berebut Juara Pertamuda 2026

Pemberdayaan masyarakat turut dilakukan melalui pelatihan pengolahan hasil tambak bagi kelompok perempuan. Hasil perikanan yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk bahan baku kini mulai diolah menjadi produk bernilai tambah.

Untuk menjaga keberlanjutan fasilitas dan kegiatan ekonomi tersebut, masyarakat juga membentuk Koperasi Konsumen Bondan Sukses Sejahtera. Koperasi menjadi wadah pengelolaan program, pemberdayaan masyarakat, serta pengumpulan iuran sebesar Rp 25.000 per kepala keluarga setiap bulan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan PLTH.

Adsense

Jamaludin menegaskan bahwa keberlanjutan program harus dipersiapkan sejak awal melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Membangun itu mudah, tetapi menjaganya yang sulit. Karena itu, kita harus menyiapkan orang-orang yang berkompeten dan memiliki dedikasi untuk menjaga keberlanjutan program,” ujarnya.

Sementara Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina, menjelaskan bahwa Program Desa Energi Berdikari dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi sumber daya lokal, baik dari sisi energi maupun sumber daya ekonomi masyarakat.

Baca juga : Pertamina Bawa Produk UMKM Lokal ke Forum ASCOPE 2026

Menurutnya, pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur energi terbarukan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan ketahanan masyarakat desa.

“Ujungnya adalah kita harus mendengar. Tahapan pertama dari delapan pilar CID adalah saling berdiskusi secara mendalam. Melalui social mapping, kita mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan, dan harapan masyarakat,” jelas Rudi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense