BREAKING NEWS
 

BPS: Ekspor Nonmigas September 2026 Tumbuh 12,39%, Ditopang Industri Pengolahan

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 3 November 2026 08:53 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan tren positif pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas mencapai 26,64 miliar dolar AS, meningkat 12,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Peningkatan tersebut terutama ditopang sektor industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan ekspor sebesar 16,78 persen secara tahunan. Sektor ini menjadi penyumbang utama kenaikan ekspor nonmigas nasional.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai ekspor industri pengolahan pada September 2026 mencapai 23,27 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar 19,93 miliar dolar AS.

“Peningkatan ekspor nonmigas pada September 2026 terutama didorong oleh sektor industri pengolahan. Nilai ekspor sektor ini tumbuh 16,78 persen dibandingkan September tahun lalu. Kenaikan tersebut memberikan andil kenaikan sebesar 13,56 persen terhadap kenaikan total ekspor,” jelas Amalia.

Sejumlah komoditas hasil industri pengolahan mencatatkan lonjakan ekspor cukup signifikan. Ekspor minyak kelapa sawit pada September 2026 mencapai 3,82 miliar dolar AS, meningkat 110,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga : Strategi Hilirisasi Mulai Terasa Hasilnya

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ekspor tembaga yang melonjak 184,98 persen menjadi 606,37 juta dolar AS. Sementara itu, ekspor produk olahan nikel tumbuh 32,98 persen menjadi 1,15 miliar dolar AS.

Peningkatan ekspor juga terjadi pada komoditas aluminium, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta kimia dasar anorganik lainnya.

Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2026, ekspor industri pengolahan tumbuh 8,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adsense

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar terbesar ekspor nonmigas Indonesia. Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor nonmigas ke Negeri Tirai Bambu tersebut mencapai 54,17 miliar dolar AS.

Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor 25,39 miliar dolar AS, disusul India sebesar 15 miliar dolar AS.

Baca juga : BPS: Kunjungan Wisman Makin Dekati Level Sebelum Pandemi

India menjadi salah satu pasar yang mencatatkan peningkatan ekspor cukup besar pada September 2026. BPS mencatat nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut mencapai 2,23 miliar dolar AS, tumbuh 55,65 persen dibandingkan September 2025.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh ekspor lemak dan minyak hewani/nabati yang melonjak signifikan. Nilainya meningkat dari 112,41 juta dolar AS pada September 2025 menjadi 629,92 juta dolar AS pada September 2026. Angka ini tumbuh 460,36 persen.

Selain itu, ekspor bahan bakar mineral ke India meningkat dari 431,55 juta dolar AS menjadi 631,23 juta dolar AS.

Ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya juga mencatatkan pertumbuhan tinggi, yakni 350,97 persen menjadi 184 juta dolar AS. Sementara ekspor besi dan baja naik 72,32 persen menjadi 231,88 juta dolar AS.

“Peningkatan ekspor ke India terutama didorong oleh kenaikan ekspor lemak dan minyak hewani/nabati. Selain itu, ekspor bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta besi dan baja juga mencatatkan peningkatan yang sangat tinggi,” ujar Amalia.

Baca juga : RAI Perkuat Hilirisasi, Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS. Jumlah tersebut meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, tidak seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif. BPS mencatat ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan 18,42 persen. Sementara sektor pertambangan dan lainnya terkoreksi 5,46 persen.

Kondisi ini menunjukkan sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama kinerja ekspor nasional di tengah penurunan ekspor dari sejumlah sektor lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense