BREAKING NEWS
 

Menkop: ODA Smart Factory Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 3 November 2026 20:04 WIB
Menkop Ferry Juliantono (kanan) di acara Penutupan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan - Indonesia serta Peluncuran Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Dok. Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Kemitraan antara Korea dengan Indonesia dalam proyek Official Development Assistance (ODA) Smart Factory resmi ditutup setelah berjalan selama tiga tahun sejak kick off dilakukan pada tahun 2023.

Melalui program ini, pemerintah Indonesia, Asosiasi INNOBIZ (Korea Selatan) serta BINUS University bekerja sama untuk mengimplementasikan transformasi digital, penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan daya saing bagi koperasi dan UKM di Indonesia.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan–Indonesia karena telah mampu memberikan dampak yang positif bagi pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia.

Meski program resmi berakhir, namun bukan berarti kerja sama strategis antara Korea dengan Indonesia juga berakhir. Hal ini justru dapat menjadi momentum bagi perluasan kerja sama bilateral yang lebih luas di masa mendatang.

"Kementerian Koperasi (Kemenkop) terbuka untuk memperluas kemitraan khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan smart factory dan smart farm serta penguatan kapasitas bagi koperasi ," kata Menkop Ferry dalam sambutannya pada acara Penutupan Proyek ODA Smart Factory Korea Selatan - Indonesia serta Peluncuran Asosiasi Inovasi Teknologi Koperasi dan UKM (AVITEK KUKM) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon GU, Senior Deputy Director International Trade and Cooperation Division, Ministry of SMEs and Startups Republik of Korea (MSS ROK) Yoon Sung Woong, Chairman INNOBIZ Association Chung Kwang Chun, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih, Guru Besar Sistem Informasi BINUS University Prof. Dr. Ir. Meyliana.

Baca juga : Menkop Ajak ICMI Wujudkan Koperasi Kemandirian Umat & Ekonomi Kerakyatan

Dalam seremoni tersebut juga dilakukan penyerahan buku laporan dan dokumentasi hasil proyek Smart Factory kepada Menkop Ferry Juliantono.

Ferry menegaskan, bahwa melalui program ODA Smart Factory tersebut terbukti mampu memberikan pembelajaran yang sangat penting bagi penguasaan teknologi, pemanfaatan data, hingga otomatisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi dan UKM di Indonesia.

Salah satu hasil pentingnya adalah pengembangan Smart Factory Training Center (SFTC) di BINUS Bekasi sebagai fasilitas pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kompetensi di bidang manufaktur cerdas.

"Kami harap hasil dan praktek baik tidak berhenti pada kegiatan ini saja tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mempercepat proses modernisasi baik di koperasi atau UKM di Indonesia," ucapnya.

Adsense

Ferry menambahkan, bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong koperasi dan UKM di Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengambil bagian dalam rantai nilai ekonomi global.

Oleh karena itu, hasil dan pengalaman dari proyek ODA ini perlu ditindaklanjuti melalui penerapan yang konkret, pengembangan sumber daya manusia, perluasan transfer pengetahuan, serta replikasi praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan kebutuhan koperasi dan UKM.

Baca juga : Kemenkop & Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Dukung Kemandirian Energi Nasional

"Kami berharap program ini bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar koperasi dan UKM di Indonesia bisa berkembang. Saya juga mengucapkan selamat atas peluncuran AVITEK KUKM, semoga asosiasi ini dapat menjalankan peran strategisnya secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan," kata Ferry.

Sementara itu Senior Deputy Director International Trade and Cooperation Division, Ministry of SMEs and Startups Republik of Korea (MSS ROK) Yo Sun Woong menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan Korea yang telah berhasil membangun 30.000 smart factory dalam 10 tahun terakhir guna meningkatkan kualitas UKM di Indonesia.

Menurutnya program ODA ini dinilai melampaui ekspektasi, 30 koperasi lokal berhasil mengadopsi teknologi serta mampu mencetak tenaga kerja profesional dan mandiri.

"Program ini memberikan peluang bertumbuh secara bersama, ini tidak bisa tercapai tanpa dukungan dari Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM dan juga Binus University," katanya.

Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon GU menekankan pentingnya kerja sama mendalam antara Korea dan Indonesia melalui pengembangan sektor koperasi dan UKM, terutama dalam menghadapi kebutuhan digitalisasi saat ini.

Dengan menerapkan teknologi serta pengalaman yang dimiliki oleh Korea, proyek ini dinilai sangat bermakna untuk memperluas landasan pertumbuhan ekonomi dan aktivasi daerah melalui transformasi digital.

Baca juga : Kemenkop-Pertamina Patra Niaga Kumpulkan Minyak Jelantah Warga Berbasis Koperasi

"Korea dan Indonesia terus bekerjasama dalam berbagai bidang, agar semakin mendalam kita harus bisa berkembang bersama koperasi dan UKM. Mari kita sama-sama perluas landasan pertumbuhan," katanya.

Chairman INNOBIZ Association Chung Kwang Chun.mengatakan, bahwa program kerja sama yang telah berjalan selama empat tahun terakhir ini merupakan momentum bermakna untuk mencari arah kerja sama yang lebih strategis antara asosiasi Innobiz dan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan proses produksi lokal dan membangun smart factory.

“Ke depannya, asosiasi Innobiz berkomitmen untuk memperluas pertukaran teknologi dan kerja sama bisnis antara kedua negara melalui inovasi - inovasi lainnya,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense