RM.id Rakyat Merdeka - Forum Ekonomi Dunia (WEF) dalam laporan tahunan Future of Jobs Report 2025 memprediksi bahwa sebanyak 92 juta orang bisa kehilangan pekerjaan akibat perkembangan teknologi dan faktor lainnya pada 2030. Perubahan tren ini menjadi salah satu alasan Taufik Ganesha dan Muhammad Ihsan Fawzi menulis buku berjudul "Work Transformation: Preparing for Industry 5.0."
Dalam proses penulisan, Taufik melakukan survei terhadap 535 siswa kelas 12 SMK di DKI Jakarta, terkait peluang kerja di masa depan, potensi kecerdasan buatan (AI) menggantikan manusia, serta bidang pekerjaan yang diharapkan para siswa.
“Saya penasaran dengan kesiapan anak muda menghadapi tantangan zaman akibat percepatan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Menariknya, semua siswa yang saya survei terkejut dan khawatir menatap masa depan,” ungkap Taufik, Rabu (26/2/2025).
Baca juga : Arah Transformasi BNI Dan Strategi Ekspansi 2025
Taufik menjelaskan bahwa buku ini ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan Industri 5.0, mulai dari pengusaha, profesional, mahasiswa, hingga pelajar. “Bagi yang ingin tahu masa depan dunia kerja dan industri, semua kami bahas dalam 218 halaman buku ini,” tambah Taufik, yang juga merupakan pengusaha di bidang travel umrah dan IT.
Ia berharap buku Work Transformation: Preparing for Industry 5.0 dapat menjadi referensi bagi generasi muda dalam menentukan langkah di masa depan. “Sempurnakan pengetahuan, lalu uji dengan ilmu dan iman. Raihlah masa depan dengan penuh harapan, karena insyaAllah ke depan akan selalu lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Muhammad Ihsan Fawzi mengaku tertarik menulis buku ini karena melihat kebutuhan mendesak bagi generasi muda untuk memahami perubahan dunia kerja. Sebagai akademisi dan praktisi di bidang teknologi, ia menekankan bahwa kehadiran AI, Internet of Things (IoT), dan big data tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja, tetapi juga menuntut keterampilan dan pola pikir baru.
Baca juga : Ini Pemain Arema Yang Kudu Diwaspadai Skuad Persib
“Saya ingin memastikan bahwa generasi muda siap menghadapi transformasi ini dengan pemahaman yang tepat dan keterampilan yang relevan,” jelas Ihsan.
Dengan latar belakang bisnis dan kewirausahaan digital yang dimiliki Taufik, Ihsan optimistis bahwa buku ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan wawasan nyata tentang bagaimana menghadapi tantangan di dunia kerja dan bisnis.
“Di buku ini, Taufik memberikan perspektif praktis tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan,” sambung Ihsan.
Baca juga : Gebrakan Lagi Nih, Pramono Mau Pangkas Hari Kerja Di Jakarta Jadi 4 Kali Sepekan
Ke depan, Ihsan menekankan bahwa generasi muda akan menghadapi tantangan kompleks, termasuk ketidakstabilan pasar kerja akibat otomatisasi yang menggantikan banyak pekerjaan tradisional. Sementara itu, pekerjaan baru akan menuntut keterampilan yang lebih tinggi.
“Tak kalah penting adalah tantangan kesehatan mental akibat tekanan dari dunia kerja yang kompetitif dan ekspektasi tinggi. Anak muda harus bisa mengelola stres dan membangun jaringan profesional agar meraih work-life balance,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.