BREAKING NEWS
 

Ekspansi ke BSD, Aldys Hotdog Siap Bidik Pasar Internasional

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 23 Juli 2026 15:49 WIB
Foto: Dok.Aldys Hotdog

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaringan kuliner Aldy's Hotdog terus melebarkan sayap. Setelah sukses dengan dua gerai, kini Aldy's Hotdog meresmikan gerai ketiganya di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus menghadirkan konsep kuliner terpadu bersama Beantown Coffee yang berada dalam satu grup usaha.

Direktur Perusahaan Muhammad Restya Naufal, mengatakan, pembukaan gerai di BSD dilakukan dengan memanfaatkan aset milik holding perusahaan. Karena itu, investasi yang dikeluarkan relatif kecil.

"Lokasinya memang sudah menjadi aset grup kami, sehingga investasi tidak besar. Kami hanya melakukan renovasi ringan dan mengubah konsep tempat tanpa pembangunan yang signifikan," ujar Naufal, Kamis (23/7/2026).

Dia menjelaskan, konsep kolaborasi serupa akan diterapkan pada pengembangan gerai berikutnya di kawasan Ciater.

Berbeda dengan BSD, lokasi tersebut akan mengusung konsep kafe 24 jam dengan kapasitas lebih besar, dilengkapi area merokok serta ruang pertemuan.

Menurut Naufal, menu yang dihadirkan akan mengacu pada Aldy's Coffee Blok M yang lebih dahulu beroperasi. Salah satu produk unggulan yang diproyeksikan menjadi andalan ialah kopi gula aren.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Dinamika Pasar LNG Global

"Kami melihat kopi gula aren memiliki potensi paling besar. Itu yang akan menjadi winning product di gerai Ciater nanti," katanya.

Tak hanya memperluas jaringan gerai, perusahaan juga memperkuat daya saing melalui rantai pasok yang dikelola sendiri lewat PT Bonju.

Perusahaan tersebut memproduksi berbagai produk makanan, mulai dari odading, cireng, donat hingga bahan baku sosis untuk hotdog.

Menurut Naufal, penguasaan proses produksi dari hulu hingga hilir membuat harga jual produk menjadi lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

"Kami memproduksi sendiri mulai dari pengolahan daging hingga menjadi sosis. Karena supply chain kami lengkap, harga bisa lebih bersaing," ujarnya.

Menu andalan Aldy's Hotdog dipasarkan dengan harga sekitar Rp 33 ribu per porsi, dengan ukuran sekitar 300 gram. Porsi yang lebih besar dengan harga terjangkau menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen.

Adsense

Ke depan, perusahaan juga menyiapkan konsep Aldy's Express, yakni gerai berukuran lebih kecil yang menggabungkan penjualan hotdog dan kopi dengan fokus pada layanan take away.

Baca juga : Dunia Desak China Patuhi Hukum Laut Internasional

"Kami belajar dari berbagai event di sejumlah kota. Ternyata tidak selalu membutuhkan tempat yang besar. Dengan konsep yang lebih sederhana, investasi menjadi lebih efisien," kata Naufal.

Selain itu, perusahaan mulai menggenjot penjualan melalui platform digital. Saat ini, kontribusi penjualan daring masih berkisar 15-20 persen, namun ditargetkan meningkat hingga 50 persen agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ekspansi berikutnya akan menyasar Kota Wisata Cibubur, Karawang, Bandung, hingga sejumlah pusat perbelanjaan melalui konsep food court.

Sementara itu, pemilik Aldy's Hotdog Aldi Taher mengatakan, keunikan produknya terletak pada penggunaan odading sebagai pengganti roti hotdog konvensional.

Menurut Aldi, inovasi tersebut lahir dari keinginannya menghadirkan sentuhan kuliner lokal pada makanan bergaya Barat.

"Kalau hotdog yang lain rotinya biasa. Saya ingin ada unsur Sundanya, makanya kami menggunakan odading," ujar Aldi.

Dia optimistis konsep tersebut memiliki peluang diterima pasar internasional. Setelah memperluas jaringan di Indonesia, Aldi menargetkan membuka gerai di Australia, Singapura, Malaysia, hingga Bali sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara.

Baca juga : Purbaya Dorong UMKM Halal Tembus Pasar Internasional

Meski mengusung makanan bergaya Barat, Aldi memastikan harga produk tetap terjangkau agar dapat dinikmati semua kalangan.

"Sekarang masyarakat lebih memilih makanan dengan harga terjangkau. Selain berjualan, kami juga ingin membuka lapangan kerja," katanya.

Selain Aldy's Hotdog, Aldi juga mengembangkan sejumlah lini bisnis kuliner lain, termasuk ayam goreng basah. Menurutnya, seluruh usaha tersebut telah menyerap puluhan tenaga kerja. Aldi menilai kolaborasi menjadi kunci dalam mengembangkan bisnis kuliner di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Saya percaya satu kepala menghasilkan satu ide, dua kepala menghasilkan dua ide. Karena itu kami terus berkolaborasi untuk menghadirkan produk-produk baru," ucapnya.

Dia berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung pelaku usaha lokal agar pertumbuhan ekonomi nasional terus bergerak positif.

"Semoga semua usaha kuliner semakin laris. Mari saling mendukung pengusaha lokal agar ekonomi Indonesia terus bertumbuh," pungkas Aldi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense