Dark/Light Mode

PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Dinamika Pasar LNG Global

Jumat, 17 Juli 2026 13:59 WIB
Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.
Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kompetensi dan wawasan strategis sumber daya manusia (SDM) perusahaan guna menghadapi dinamika pasar energi global melalui penyelenggaraan Exclusive LNG Market Briefing bertajuk Global LNG Disruption, Market Response & Indonesia Outlook.

Kegiatan yang digelar Direktorat Gas dan BBM itu menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapabilitas insan PLN EPI dalam memahami perkembangan pasar liquefied natural gas (LNG) dan gas bumi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis untuk menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.

Acara yang berlangsung di Kantor PLN EPI tersebut menghadirkan Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights.

Kegiatan juga diikuti jajaran manajemen PLN EPI, PT PLN Energi Gas, PT PLN Bahtera Adhiguna, PT Perta Daya Gas, serta insan PLN EPI dari berbagai direktorat.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan pasar LNG global, respons pasar terhadap potensi gangguan, hingga prospek pasar gas bumi Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, TMMIN Donasikan Mesin Toyota Ke SMK Lombok

Dalam paparannya, Johan Utama menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia.

"Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan," ujar Johan.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang signifikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, tantangan sektor energi saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan keseimbangan pasokan dan permintaan.

Menurutnya, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, percepatan transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut perusahaan mampu membaca arah pasar secara lebih adaptif dan strategis.

Baca juga : Indodana Finance Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Transparan dan Nyaman

"Hari ini kita memahami bahwa isu energi bukan lagi sekadar persoalan supply dan demand. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut kita untuk lebih adaptif, strategis, dan memiliki kemampuan membaca arah pasar dengan lebih baik," ujar Rakhmad.

Ia menambahkan, sebagai subholding yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI perlu terus memperkuat kapasitas SDM, agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memahami respons pasar terhadap perubahan global.

"Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan. Saya berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum sharing knowledge, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis kita sebagai insan PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks," tambah Rakhmad.

Selain membahas tren demand curtailment, fuel switching, potensi gangguan distribusi LNG melalui Selat Hormuz, serta proyeksi keseimbangan pasar LNG global, kegiatan ini juga mengulas prospek pasar gas bumi Indonesia beserta implikasinya terhadap kebutuhan energi nasional.

PLN EPI menilai berbagai wawasan tersebut akan menjadi referensi strategis dalam memperkuat perencanaan, pengelolaan risiko, serta strategi penyediaan energi primer yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Bioenergi sebagai Motor Diversifikasi Energi Nasional

Melalui kegiatan tersebut, PLN EPI menegaskan komitmennya membangun budaya pembelajaran (learning organization) dan meningkatkan kapabilitas insan perusahaan, agar mampu menghadapi dinamika industri energi global yang semakin kompleks.

Penguatan kompetensi itu juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis wawasan pasar serta menjaga ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.