BREAKING NEWS
 

Menperin: Kawasan Industri Percepat Target Ekonomi 8 Persen

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 3 Desember 2024 17:58 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan di tengah ketidakpastian global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa target ini dapat dicapai melalui optimalisasi sumber daya alam, pengembangan industri manufaktur, dan inovasi teknologi. 

Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Dukungan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jakarta, Senin (2/12/2024).

Agus menjelaskan, salah satu fokus pemerintah adalah melanjutkan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sesuai dengan misi Asta Cita butir kelima yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Hilirisasi membutuhkan investasi besar dan dukungan dari iklim investasi yang kondusif serta peningkatan daya saing industri, khususnya di kawasan industri,” ujarnya.

Baca juga : Generos Hadirkan Kemasan Baru yang Lebih Praktis dan Ekonomis

Sebagai salah satu pilar pembangunan industri, kawasan industri memegang peran penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Hingga November 2024, terdapat 165 kawasan industri dengan total luas lahan mencapai 94.054 hektare. Dari jumlah tersebut, 59,76 persen telah terisi oleh tenan dan infrastruktur kawasan, sementara sisanya masih tersedia untuk investasi.

Adsense

Pemerintah juga terus berupaya menyebarkan industrialisasi secara merata di seluruh Indonesia. Melalui program RPJMN dan PSN, telah beroperasi 30 kawasan industri, mayoritas berada di luar Pulau Jawa. Agus menambahkan bahwa 41 kawasan industri yang masuk dalam PSN memiliki potensi investasi sebesar Rp 2.785 triliun, yang akan direalisasikan secara bertahap. Pada 2024, realisasi investasi di kawasan ini diperkirakan mencapai Rp 68 triliun, dan target investasi jangka menengah hingga 2029 sebesar Rp481 triliun.

Pengembangan kawasan industri kini diarahkan pada penerapan prinsip berwawasan lingkungan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024. Agus menyebut bahwa aspek sosial, ekonomi, manajemen kawasan, dan lingkungan menjadi elemen penting dalam pembangunan industri rendah karbon. Pemerintah menargetkan net zero emission sebelum 2060 melalui dekarbonisasi di sektor industri.

Baca juga : Hilirisasi Sawit Topang Ekonomi Indonesia

“Seluruh perusahaan pengelola kawasan industri diharapkan dapat mendukung penurunan emisi karbon, terutama yang berasal dari bahan bakar fosil, demi mewujudkan target net zero emission,” tegas Agus.

Agus mengakui, pengembangan kawasan industri masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk isu pertanahan, tata ruang, ketersediaan energi, dan infrastruktur. Selain itu, aspek manajemen tata kelola, perizinan, serta ketersediaan SDM juga menjadi perhatian utama.

“Dengan target operasional seluruh proyek PSN pada 2025 yang diinstruksikan Presiden, ini adalah pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” imbuhnya.

Baca juga : Kadin: Swasembada Pangan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Melalui kebijakan hilirisasi, pembangunan kawasan industri berwawasan lingkungan, dan optimalisasi PSN, pemerintah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense