BREAKING NEWS
 

Sejalan Asta Cita Prabowo, Menperin Tancap Gas Kembangkan Ekosistem EV

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 24 April 2025 10:46 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Semangat ini sesuai dengan misi Asta Cita Bapak Presiden, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Agus dalam pernyataan resminya, Kamis (24/4).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memacu proses hilirisasi nikel sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri baterai kendaraan listrik nasional. Menurut Agus, pengolahan nikel di dalam negeri bertujuan menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam sekaligus menjadikan industri baterai EV lebih mandiri dan kompetitif.

Baca juga : LG Angkat Kaki Dari Proyek Baterai, Menperin Pastikan Target EV Tetap Jalan

“Ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia, khususnya nikel, dan membuat industri baterai EV nasional lebih mandiri dan kompetitif, sehingga tidak lagi bergantung pada impor,” jelasnya.

Adsense

Tak hanya itu, Kemenperin juga mendorong pengembangan teknologi daur ulang baterai sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Jadi, kami ingin adanya integrasi industri baterai EV dari hulu (pengolahan nikel) hingga hilir (produksi baterai), termasuk dalam pengembangan teknologi daur ulangnya,” tambah Menperin.

Baca juga : Banjir Impor Tekstil, Menperin Turun Tangan

Sebagai landasan hukum dan akselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Agus menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif baik bagi konsumen maupun industri manufaktur. Bagi konsumen, insentif mencakup pembebasan PPnBM, PPN DTP, BBN dan PKB KBLBB, serta keringanan lain seperti suku bunga rendah, uang muka 0 persen, diskon tambah daya listrik, dan pelat nomor khusus.

Sementara itu, industri manufaktur mendapat fasilitas seperti tax holiday, tax allowance, bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP), hingga super tax deduction.

Baca juga : Tanpa Duit Negara, Menteri PKP Mulai Permak Rumah Warga Johar

“Dengan adanya sejumlah insentif ini untuk produsen, diharapkan akan memicu produksi berbagai jenis kendaraan listrik di Indonesia, sehingga juga terciptanya ekosistem yang kuat dan berdaya saing,” pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense