BREAKING NEWS
 

Wamen Todotua Ajak Mahasiswa Trisakti Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 27 Agustus 2025 14:37 WIB
Foto: Kementerian Investasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mendorong generasi muda Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan ekonomi global demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan ini ia sampaikan kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Jakarta, Senin (25/8/2025).

"Vietnam sudah melampaui angka pertumbuhan 7 persen. Populasi mereka hanya 100 juta, sementara Indonesia 280 juta dengan wilayah dan potensi alam yang jauh lebih besar. Kita tidak boleh kalah,” kata Todotua dalam keterangannya.

Baca juga : Bank Mandiri Gandeng GEKRAFS Sukseskan Arizona Indofest 2025

Menurutnya, generasi muda yang kini berusia 18 tahun akan menjadi ujung tombak bangsa pada 2045. Karena itu, mahasiswa diminta untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan agar mampu bersaing di tingkat global.

Pemerintah, lanjut Todotua, telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen hingga 2029 guna keluar dari middle income trap. “Ada tiga motor untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, yakni konsumsi, investasi, dan ekspor. Ketiganya akan terus kita dorong,” tegasnya.

Adsense

Indonesia Emas 2045 bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan RI, yang ditargetkan menjadi momentum transformasi Indonesia dari negara berkembang menuju negara maju yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga : Menko Polkam: Sekolah Rakyat Investasi Bangsa Untuk Indonesia Emas 2045

Todotua yang juga alumni Trisakti angkatan 1998 menekankan pentingnya hilirisasi sebagai kunci peningkatan nilai tambah sumber daya alam. “Selama ini kita masih mengekspor bahan mentah dan mengimpor produk jadi dengan harga lebih mahal. Hilirisasi harus dilakukan di dalam negeri agar memberi dampak besar pada perekonomian,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas strategis Indonesia, mulai dari nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik, ikan tuna sebagai komoditas unggulan perikanan, hingga kelapa yang memenuhi 20–30 persen kebutuhan dunia.

“Pengelolaan sumber daya ini harus ditopang investasi, teknologi, dan SDM unggul. Kita bisa belajar dari China yang membangun ekosistem lewat investasi dan teknologi,” tambahnya.

Baca juga : Menko Polkam: Sekolah Rakyat Investasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi hilirisasi semester I-2025 mencapai Rp 280,8 triliun atau 29,8 persen dari total investasi nasional. Mineral menjadi sektor terbesar dengan Rp 193,8 triliun, disusul perkebunan dan kehutanan Rp 67,4 triliun, migas Rp 17,3 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 2,3 triliun.

“Capaian ini membuktikan bahwa hilirisasi bukan lagi sekadar strategi, tetapi sudah menjadi penggerak penting perekonomian Indonesia,” pungkas Todotua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense