RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia resmi menjadi Partner Country pada Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026 yang akan digelar di Rusia. Indonesia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pasar ekspor, menarik investasi industri bernilai tambah, serta memperkuat posisi sebagai kekuatan manufaktur utama di Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Sekjen Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto yang mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka acara Kick-Off Indonesia’s Preparation as Partner Country at INNOPROM 2026 di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Rusia Veronika Novoseltseva, Chief Representative of Trade of the Russian Federation Alexander Masaltsev, Director of Business Program Formika Anton Atrashkin, dan jajaran eselon I Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
“Penunjukan Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus peluang strategis untuk menampilkan transformasi industri nasional serta memperkuat komitmen bersama terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif,” ujar Eko.
Baca juga : Awarding Night OGRA 2025: Rayakan Arsitektur yang Berkelanjutan dan Ekspresif
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan Formika Event, sebagai langkah awal untuk memastikan peran aktif Indonesia di ajang pameran industri kelas dunia tersebut.
Menurut Eko, INNOPROM tidak sekadar pameran, tetapi menjadi gerbang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses ke pasar Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS), sekaligus memperkuat hubungan bisnis dan kerja sama industri antarnegara.
“Sebagai negara mitra, Indonesia akan memanfaatkan INNOPROM untuk mempromosikan kerja sama industri dan investasi, mempererat hubungan antar pelaku usaha dan pemerintah, serta menampilkan kemampuan teknologi dan kreativitas bangsa,” katanya.
Eko menambahkan, pemerintah tengah menempatkan sektor industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Salah satu arah kebijakan utama yaitu hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri.
Baca juga : Road to IMX 2025 di Surabaya Sukses, Ketua Umum IMI Beri Apresiasi
“Melalui hilirisasi, Indonesia bertransformasi dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang industri bernilai tinggi,” jelasnya.
Dari Januari hingga Agustus 2025, ekspor manufaktur nonmigas Indonesia tercatat mencapai 147,9 miliar dolar AS, atau sekitar 79,9 persen dari total ekspor nasional, dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB sebesar 16,92 persen pada kuartal II 2025.
Indonesia kini menempati peringkat ke-13 dunia dalam kontribusi nilai tambah manufaktur dan peringkat pertama di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 265 miliar dolar AS.
Lebih lanjut, Eko menyampaikan, hubungan Indonesia–Rusia telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade, sejak pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1950. Kerja sama kedua negara mencakup sektor energi, pertahanan, pendidikan, dan industri, yang terus berkembang secara positif.
Baca juga : Juara Gonet Geneva Open 2025, Djokovic Bukukan Gelar Ke Seratus
Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Rusia mencapai sekitar 3,98 miliar dolar AS, dengan total investasi Rusia di Indonesia sebesar 262,8 juta dolar AS. Potensi pengembangannya dinilai masih luas, terutama di sektor pangan, farmasi, perkapalan, dan metalurgi.
Eko juga menyinggung posisi Indonesia sebagai anggota baru BRICS, bersama Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Menurutnya, keanggotaan ini membuka peluang baru untuk memperkuat kerja sama industri dan investasi lintas negara berkembang.
“Indonesia ingin berperan sebagai jembatan yang menghubungkan Asia dan Pasifik dengan kawasan lain melalui stabilitas, ketahanan ekonomi, dan keterbukaan dalam kerja sama internasional,” ujarnya.
Sebagai penutup, Eko menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi Partner Country INNOPROM 2026. “Semoga kemitraan ini menjadi awal babak baru kerja sama antara Indonesia, Rusia, dan komunitas global menuju masa depan industri yang lebih seimbang, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.