BREAKING NEWS
 

Pemerintah Siapkan Mekanisme Khusus Pelaksanaan MBG di Daerah 3T

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 26 Juni 2026 19:52 WIB
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, Pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional (BGN), tengah menyiapkan mekanisme khusus pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Upaya ini menjadi bagian dari penyesuaian program agar layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat di daerah dengan karakteristik geografis dan kepadatan penduduk yang berbeda dari wilayah perkotaan. Selain itu, langkah ini sejalan dengan upaya pemfokusan ulang (refocusing) program MBG yang diprioritaskan bagi kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B), serta masyarakat di wilayah 3T.

"Jadi memang untuk wilayah 3T itu ada skema tersendiri," ujar Qodari, dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Baca juga : Lahap, Prabowo Santap MBG Bareng Siswa Sekolah Rakyat di Bali

Qodari menjelaskan, pelaksanaan MBG di wilayah 3T memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi kondisi geografis dan kepadatan penduduk. Situasi tersebut membuat program MBG tidak dapat dilayani melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan skema konvensional.

Adsense

Ia mengatakan, setiap SPPG saat ini melayani sekitar 2.000 hingga 2.500 penerima manfaat. Skema ini relatif lebih optimal diterapkan di wilayah non-3T karena jumlah penduduknya lebih besar. Namun, skema yang sama cenderung sulit diterapkan di wilayah 3T lantaran jumlah penduduknya relatif sedikit.

Selain itu, apabila wilayah 3T tetap dilayani oleh SPPG konvensional yang berada di wilayah non-3T, penyaluran MBG akan memakan waktu lebih lama dan tidak sesuai dengan ketentuan BGN. Berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan MBG, setiap SPPG hanya diperkenankan melayani penerima manfaat dalam radius maksimal 6 kilometer (km) dengan waktu tempuh paling lama 30 menit.

Baca juga : BGN: Kabar Penghentian Dana SPPG Hoaks, Layanan Tetap Berjalan

"Tapi 3T, dengan penduduk yang sangat sedikit, memang mungkin tidak bisa dipaksakan untuk SPPG dalam konteks konvensional," imbuh dia.

Oleh karena itu, Pemerintah masih menggodok mekanisme yang paling tepat untuk menyalurkan MBG kepada penerima manfaat di wilayah 3T. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan kantin sekolah sebagai sarana pelayanan MBG. Pemerintah juga mengkaji opsi lain yang dinilai lebih fleksibel mengingat tidak semua sekolah di wilayah 3T memiliki kantin akibat keterbatasan infrastruktur.

Kendati demikian, Pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan program MBG di wilayah 3T mengingat perannya yang penting dalam mengatasi stunting, meningkatkan status gizi, serta meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Baca juga : BGN Lakukan Efisiensi, Perkuat Tata Kelola, dan Tingkatkan Efektivitas MBG

"Yang jelas program ini sangat baik untuk mengatasi masalah stunting, untuk meningkatkan kesehatan kualitas anak kita, kemudian juga meningkatkan IQ supaya skor PISA, skor matematika kita, tidak kalah dengan negara lain. Tantangannya tentu bagaimana agar program ini betul-betul bisa memberikan manfaat yang maksimal," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense