BREAKING NEWS
 

Kabar dari Tanah Suci

Kartu Nusuk Mulai Didistribusian ke Jemaah Haji Indonesia

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 3 Mei 2025 12:41 WIB
Jemaah haji Indonesia menerima Kartu Nusuk. (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Arab Saudi melalui syarikah resmi mendistribusikan Kartu Nusuk atau identitas digital yang wajib dibawa seluruh jemaah haji selama di Tanah Suci. Distribusi perdana dilakukan pada Jumat (2/5/2025) pukul 20.00 waktu Arab Saudi, atau Sabtu (3/5/2025) dini hari waktu Jakarta. 

Pembagian Kartu Nusuk dilakukan di Hotel Abrajtabah, Jalan Abu Bakar As Siddiq, Madinah. Sebagai kloter yang pertama kali tiba di Madinah, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) 1 yang pertama menerima Kartu Nusuk.

Kepala Daerah Kerja Madinah Muhammad Luthfi Makki menerangkan, Kartu Nusuk harus segera diterima dan diinput maksimal dalam waktu 1x24 jam sejak jemaah tiba di Arab Saudi. "Kartu ini wajib dibawa. Jangan sampai hilang. Proses penggantiannya panjang dan harus melalui sistem e-Hajj serta konfirmasi ke syarikah,” ujarnya.

Baca juga : Tiba di Tanah Suci, Jemaah Haji Terharu

Kartu Nusuk bukan sekadar tanda pengenal. Kartu ini menjadi akses

masuk menuju seluruh layanan haji, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga akses ke kawasan utama ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tanpa kartu ini, jemaah tidak bisa ikut puncak ibadah haji.

Adsense

Kartu Nusuk berbahan PVC berwarna putih dengan aksen cokelat. Kartu ini memiliki panjang sekitar tiga kali lipat dari KTP biasa. Di dalamnya tercetak nama, foto, nomor visa, jenis visa, QR code, hingga nama hotel dan nomor kamar. Bila jemaah tersesat, cukup tunjukkan kartu ini ke petugas Saudi. Maka sistem digital akan langsung menampilkan informasi lokasi tinggalnya.

Baca juga : Bandara Madinah Sediakan Golf Car bagi Jemaah Haji Lansia, Disabilitas dan Sakit

“Kartu ini semacam ‘paspor digital’ selama ibadah haji. Semua layanan terhubung dengan kartu ini. Ini sistem kontrol sekaligus perlindungan terhadap jemaah,” ujar Makki.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menjelaskan bahwa pada haji 2025, kartu ini tidak lagi dibagikan kolektif oleh petugas haji Indonesia, melainkan langsung oleh syarikah di hotel tempat jemaah menginap. “Setelah sampai di hotel, kartu langsung dibagikan oleh syarikah. Jemaah dipotret saat menerima kartu, sebagai dokumentasi,” jelasnya.

Kementerian Agama (Kemenag) juga menegaskan, sistem Nusuk menjadi instrumen penting untuk menertibkan pelaksanaan haji. Pada musim haji 2024 lalu, ribuan jemaah ilegal dievakuasi karena tidak terdaftar resmi. Dengan kartu ini, hanya mereka yang terdaftar resmi dan memiliki visa haji yang dapat mengikuti prosesi ibadah.

Baca juga : Siap Layani Jemaah Haji, KKHI Madinah Dilengkapi UGD Hingga Klinik Kejiwaan

Hingga Jumat malam, Kartu Nusuk telah tiba di Madinah dan siap didistribusikan bertahap ke seluruh jemaah Indonesia sesuai jadwal kedatangan kloter. Para petugas haji diminta memastikan bahwa tidak ada jemaah yang luput dari pendataan dan dokumentasi, serta mendampingi proses pemindaian barcode dan aktivasi identitas digital tersebut.

“Ini bukan sekadar formalitas. Tanpa kartu Nusuk, jemaah tidak bisa masuk ke area Armuzna. Maka tolong dijaga baik-baik,” tutup Makki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense