RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, pasangan suami-istri jemaah haji terpisah hotel akan disatukan kembali. Kemenag meminta jemaah tidak khawatir tentang penyatuan tersebut.
"Tak perlu khawatir, pasti digabungkan," ujar Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, Bunyamin Yapid, di Makkah, Selasa (20/5/2025).
Bunyamin menekankan, persoalan jemaah haji terpisah ini sudah tuntas. Apalagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mengeluarkan Edaran mengenai hal ini.
Baca juga : Tenangkan Jemaah Haji Demensia, Kapten Eko Siasati dengan Video Call
"Sudah-sudah tidak ada masalah," ujarnya, menekankan.
Bunyamin meminta pihak kloter untuk mendata jemaah yang terpisah disertai dengan data-data syarikah atau penyedia layanan masing-masing. Jemaah terpisah tidak hanya pasangan suami-istri, tapi juga pendamping jemaah lanjut usia (lansia) dan anak serta orang tuanya.
Dia berharap, segala persoalan tentang jemaah terpisah ini dapat diselesaikan sebelum puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga : Update 20 Mei: 31 Jemaah Haji Indonesia Wafat, 1 Orang Jemaah Haji Khusus
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Muhammad Hanafi sebelumnya mengatakan, sudah ada penggabungan pasangan terpisah secara alamiah di lapangan, tapi belum secara resmi melapor. Dia mengingatkan agar jemaah dan rombongan yang bergabung lagi untuk melapor ke sektor supaya segera terdata.
"Karena ini sangat penting agar tidak ada kendala gerakan dari Makkah ke Arafah. Karena pelayanan di Armuzna berbasis syarikah," terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag itu.
Sampai saat ini, belum ada data pasti berapa pasangan jamaah yang terpisah dan berapa yang sudah bergabung kembali. Namun, kata Muchlis, potensi keterpisahan jemaah sekitar 2.500 orang atau sekitar 1.250 pasangan.
Baca juga : Bahagianya Aep, Bisa Berangkat Haji Sekeluarga
"Sebagian memang sudah ada yang penggabungan secara alami," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.