RM.id Rakyat Merdeka - Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag), Muhibuddin, mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, hadir sebagai narasumber pada kegiatan Program Pembinaan dan Pendampingan Zakat dan Wakaf Tahun 2025 oleh Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, di Hotel Diana, Banda Aceh. Kegiatan mengambil tema “Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Zakat dan Wakaf untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”.
Dalam paparannya, Muhibuddin menegaskan bahwa tata kelola zakat dan wakaf perlu diperkuat melalui sinergi lintas lembaga dan pemanfaatan teknologi digital agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat. Kata dia, pengelolaan zakat dan wakaf tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara Pemerintah, BAZNAS, LAZ, nadzir, perbankan syariah, hingga akademisi adalah kunci untuk membangun ekosistem ziswaf yang berdaya guna.
“Di saat yang sama, digitalisasi menjadi instrumen penting agar pengelolaan lebih transparan, efisien, dan akuntabel, serta mudah diakses oleh generasi muda,” ungkap Muhibuddin, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (25/9/2025).
Baca juga : JEC Peringatkan Ancaman Uveitis dan Gangguan Retina yang Sering Diabaikan
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam penguatan tata kelola zakat dan wakaf. Kapasitas SDM adalah ruh dari tata kelola zakat dan wakaf.
“Kita tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan instrumen digital, tetapi juga harus memastikan para amil zakat dan nadzir wakaf memiliki pengetahuan, keterampilan, dan integritas. Dengan demikian, zakat dan wakaf benar-benar bisa menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkeadilan, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam pernyataan terpisah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata. “Dengan tata kelola yang adaptif dan digital, potensi zakat dan wakaf dapat terus dikembangkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM syariah, hingga pembangunan sosial masyarakat yang berkelanjutan,” terangnya.
Baca juga : FOTILE Kenalkan Dua Kompor Gas Smart dan Penghisap Asap Terbaru
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Azhari, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber. “Aceh memiliki potensi zakat dan wakaf yang sangat besar. Melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan ini, kami berharap lahir penguatan kapasitas bagi seluruh pengelola sehingga manfaatnya bisa semakin nyata untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.
Selain paparan dari Kemenag, kegiatan ini juga menghadirkan materi tentang pemanfaatan aplikasi Simzat dan Siwak dari Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Aceh, serta success story pemberdayaan ekonomi umat berbasis ziswaf yang disampaikan oleh Erry Dianto, dari BDO Islamic Ecosystem Solution BSI Region Aceh.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, pengelola zakat dan wakaf, akademisi, perbankan syariah, serta pemangku kepentingan lainnya yang antusias mengikuti materi dan strategi penguatan zakat dan wakaf untuk pemberdayaan ekonomi umat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.