BREAKING NEWS
 

Hari Kartini 2026

Tini Benyamin & Ajeng Pilar Dorong Perempuan Tangsel Cerdas Hingga Religius

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 21 April 2026 14:25 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi Benyamin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran dan perjuangan perempuan Indonesia di tengah perkembangan zaman. Di Kota Tangerang Selatan, semangat emansipasi dimaknai tidak hanya sebagai kebebasan berkarya, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara keluarga, karier, dan nilai moral.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi Benyamin menekankan, perempuan masa kini harus terus berkembang tanpa melupakan perannya dalam keluarga.

“Perempuan zaman sekarang tidak boleh diam. Harus mau belajar, mencari tahu, dan tetap menjaga akhlak serta sikap. Emansipasi boleh, tetapi tetap harus ingat peran kita sebagai perempuan,” ujarnya.

Ia menilai, perkembangan zaman membawa perubahan besar terhadap peran perempuan. Jika dahulu akses teknologi terbatas, kini perempuan dituntut melek digital, termasuk memahami media sosial dan teknologi informasi untuk mendampingi keluarga.

“Yang tadinya tidak tahu komputer atau media sosial, sekarang harus tahu. Itu penting untuk mengawasi dan membimbing anak-anak kita,” katanya.

Menurut Tini, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini harus dijawab dengan ketenangan, keteguhan, serta keteladanan.

Baca juga : Hari Kartini Dan Kesehatan Perempuan Dunia

“Kita tidak bisa hanya menuntut orang lain, tetapi harus memberi contoh. Tetap tenang dalam amarah, tetap bekerja dalam kesulitan, dan yakin setiap masalah ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kecantikan perempuan tidak hanya dari fisik, tetapi harus didukung pendidikan dan karakter yang kuat.

“Perempuan harus menjaga marwahnya. Menjadi ‘ratu’ di keluarga dan masyarakat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga akhlak dan edukasi,” katanya.

Sebagai Ketua TP PKK, Tini turut menyoroti pentingnya empati di dunia kerja, khususnya terhadap perempuan yang memiliki peran ganda.

Adsense

“Tidak bisa disamakan antara pegawai laki-laki dan perempuan. Ada sisi keibuan yang harus dipahami. Di balik kesuksesan suami, ada doa istri yang luar biasa,” tegasnya.

Ia pun mengajak perempuan untuk terus belajar dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan bosan mencari ilmu, jangan takut bertanya, dan jangan tinggalkan sholat lima waktu. Itu menjadi perlindungan agar kita tidak salah melangkah,” tuturnya.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Dukungan Semua Pihak Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng Pilar menilai, sosok Kartini masa kini tercermin dari perempuan-perempuan tangguh di daerah tersebut.

“Banyak ‘Kartini-Kartini’ di Tangsel, yaitu ibu-ibu pekerja keras yang menjadi penyangga keluarga. Mereka kuat, sabar, dan terus berjuang di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng Pilar

Ajeng menekankan pentingnya kemandirian perempuan, termasuk dalam aspek ekonomi, tanpa meninggalkan tanggung jawab utama di keluarga.

“Perempuan tidak perlu ragu untuk mandiri secara finansial. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ke depan. Setidaknya kita bisa membantu ekonomi keluarga dan menjadi contoh bagi anak-anak,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi teknologi agar perempuan tidak tertinggal di era digital.

“Ibu-ibu harus melek teknologi, termasuk AI dan platform digital. Ini penting untuk mendukung peran sebagai pendidik utama bagi anak,” ujarnya.

Baca juga : Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Soroti Penggerak Akses hingga Pelosok

Menurut Ajeng, perempuan modern ideal adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan, modernitas, dan religiusitas. “Cerdas itu tidak menutup diri dari perkembangan zaman, modern berarti adaptif, dan religius berarti bijak dalam menggunakan teknologi serta menjaga nilai kehidupan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas, termasuk keberanian untuk berkata tidak terhadap hal-hal yang tidak sesuai prinsip. “Perempuan yang berani berkata tidak adalah perempuan yang tahu batasan, punya integritas, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ajeng mengajak perempuan untuk saling menguatkan dan memahami peran masing-masing. “Kita harus menjadi perempuan yang tangguh, cerdas dalam peran, dan tetap religius. Kartini masa kini adalah perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab atas itu,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense