BREAKING NEWS
 

Revitalisasi Culture Makam Raja-raja Imogiri

Writer : MUTIARA ANNISA MULIA
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 23 September 2026 17:11 WIB
Prosesi Nguras Enceh Makam Raja-raja Imogiri (Foto: Dok. Pribadi Penulis)

 

Ketika cerita tak lagi mengungkit pada sejarah, begitu pula ia kehilangan denting gemamnya. Dan ketika sebuah penerus generasi berhenti melantunkan akar budayannya, di sanalah perlahan runtutan nadi sejarah berhenti menemukan dirinnya. Maka di sinilah revitalisasi menemukan ceritannya.

Revitalisasi mengacu pada reviving history (menghidupkan kendali kembali budaya sejarah). Mari kita mulai pembahasan sedari budaya dasar kesejarahan. Budaya dasar kesejarahan pada realitasnya tidak benar-benar diperankan bahkan gambaran mengenalnya saja entah demikian. Demikian revitalisasi bergerak pada culture ikonik Makam Raja-raja Imogiri, situs sejarah yang mungkin paling diunggulkan sebagai identitas budaya. Budaya kesejarahan Makam Raja-raja Imogiri tidak benar-benar hilang dari ingatan generasi muda, melainkan budayanya hanya belum direvitalisasi. Kian pertanyaan dimulai, apakah mereka (generasi muda) kini menerapkan revitalisasi dalam diri budaya mereka?

Refleksinnya, revitalisasi punya dimensi cultural yang luas. Revitalisasi tak hanya sekadar tumbuh, tetapi menghidupkan kembali sebuah hal (kesejarahan) yang sebelumnnya mangkrak dan ditinggalkan. Sebelum berlanjut membicarakan revitalisasi cultural, mari mengenal terlebih mengenai situs Makam Raja-raja Imogiri. Makam Raja-raja Imogiri merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Raja-raja Mataram Islam beserta keturunannya yang dibangun pada tahun 1632 M oleh Sultan Agung Haryokrokusumo yaitu raja ketiga Mataram Islam (kratonjogja).

Baca juga : Danamon Matsuri 2026 Padukan Budaya Jepang & Bali, Pererat Koneksi & Kolaborasi

Berlanjut pada revitalisasi culture budaya, penulis akan memulainnya dari realitas tradisi yang telah berlalu, di Juni 2026 disemarakkan tradisi nguras enceh (menguras air gentong/kendi gerabah). Prosesi ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan antusias yang tergambarkan meriah, akrab, dan kebudayaanya terasa begitu lugu. Tak hanya sampai di situ, media berita berkali-kali mengelorakan acara ini di berbagai platform media, namun realitasnnya generasi muda yang ikut serta dan melestarikan prosesi budaya ini masih kurang terlihat nampak gambarannya. 

Foto: Dok. Pribadi Penulis

Adsense

Berbagai pertanyaan muncul dalam benak penulis, ke manakah pemuda perjuangan budaya pergi? Akankah situs sejarah ini masih benar-benar hidup dalam lumbung budaya? Namun, apakah keberadaanya menjadi pemikiran revitalisasi di zaman sekarang? Rasannya runtutan pertanyaan itu belum terjawab hingga kini. Penafsiran ini kini seharusnnya menjadi usutan bagi pemikiran- pemikiran kritis genarasi muda.

Baca juga : Semarak Kejuaraan Olahraga Tradisional Hadang di Jakarta Barat

Lalu bagaimana keberlanjutan generasi muda dalam revitalisasi Makam Raja-raja Imogiri? Akankah kisah sejarah lampau dapat mendongkrak dan mempertahankan culture budaya kesejarahan Makam Raja-raja Imogiri. Dengan sepatutnya kisah, nilai, tradisi, kepercayaan, sistem budaya yang tercatat dalam situs ini menjadi krusial untuk dipahami. Namun sayangnnya, kesadaran Nasionalis tentang apa yang dimaksud dengan revitalisasi belum menjadi sebuah renunggan bagi generasi muda kini. Lalu apa urgensi solusi nya?.

Dalam definisi ini revitalisasi seringkali ditafsirkan memberdayakan ataupun dalam definisi menghidupkan kembali hal yang telah tertinggal, hal yang telah mangkrak dalam pemikiran yang singkat, padahal realitasnnya jauh lebih luas dari yang dibayangkan. Di sinilah revitalisasi culture Makam Raja-raja Imogiri didongkrak dalam berbagai aspek, seperti nilai sosial, budaya kesejarahan, hingga ekomoni yang dapat berdampak pada keberlangsungan masyarakat dan sejarah Makam Raja-raja Imogiri di era kini.

Revitaslisasi yang dapat dijadikan fondasi awal dalam urgensi ini dimulai dari generasi muda dalam aspek pengaktifan kembali tradisi nguras enceh, pemberdayaan infrakstruktur budaya, adaptasi, dan pengenalan situs sejarah terhadap perkembangan digitalisasi modern dalam upaya pelestarian hingga transformasi menyeluruh dalam berbagai hal dapat diupayakan secara relevan, mendalam dan komperhensif, tanpa meninggalkan nilai dan cara pandang budaya Makam Raja-raja Imogiri. Implementasi inilah yang dapat membangun pondasi awal dalam keberlanjutan culture budaya Makam Raja-raja Imogiri dalam benak generasi muda. 

Baca juga : Batik Tulis Jadi Simbol Persahabatan AS-ASEAN

Struktural keperdulian akan revitalisasi inilah yang menjadi kerangka museum dan lumbung budaya Yogyakarta, penghidupan, pelestarian, dan pengukuhan cara pandang generasi muda dalam menghidupkan kembali jiwa kewarganegaraan dengan pengukuhan nilai nasionalis yang melahirkan revitalisasi budaya Makam Raja-raja Imogiri. Lalu ia mengukuhkan dengan menyimpulkan kembali benang sejarah dengan pertanyaan sebelumnnya, menjadi “Bagaimana mempertahankan dan mengukuhkan segi struktural menjaga budaya revitalisasi culture Makam Raja-raja Imogiri tetap ada bagi generasi muda kedepannya?”, bagaimana kita meregenerasi nilai revitalisasi tetap tersimpul dalam jati diri lintas generasi?.

Kemajuan dunia seharusnya membawa strukrural kemajuan cara pandang dalam revitalisasi kebudayaan dalam kesejarahan. Cara pandang inilah yang melahirkan pemahaman baru menuju revitalisasi keberlanjutan bagi generasi muda, nyatannya tak hanya bagi generasi muda namun tetap berlanjut bagi kebermasyarkatan berbudaya. 

Revitalisasi kini bukan sekedar cerita bekala, ia adalah gambaran sederhana namun kompleks adanya. Dalam kian kini revitalisasi telah menemukan ceritannya di Makam Raja-raja Imogiri berada.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense