Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polda Banten: Terpal-Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
- Menhub: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 108 Selamat 6 Meninggal
- Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
- Man City Menang di Derby Manchester Meski 10 Pemain
- Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Budaya Polri
Senin, 14 September 2026 11:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komitmen Polri dalam mendukung pelestarian seni dan budaya mendapat apresiasi dari analis politik dan hukum senior Boni Hargens.
Apresiasi itu disampaikan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan pameran tunggal seniman kontemporer Nasirun bertajuk Bersimpuh di Kaki Para Guru di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Pameran tersebut dibuka pada Sabtu (12/9/2026) malam dan berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Kehadiran Kapolri dinilai menjadi bentuk apresiasi Korps Bhayangkara terhadap pelestarian seni, budaya, serta penguatan nilai-nilai tradisi nasional.
Boni Hargens mengatakan, kehadiran Kapolri dalam pameran tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam mengoptimalkan perannya untuk mendukung pelestarian dan penguatan nilai-nilai tradisi di Indonesia.
Baca juga : Prabowo Minta Kapolri Ungkap Korporasi Penyebab Karhutla: Ini Sudah Kelewatan!
"Ini manifestasi dari kehendak moral Kapolri dan jajaran Bhayangkara dalam mendukung agenda pemerintahan Prabowo-Gibran dalam aspek seni dan budaya," ujar Boni kepada media di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Analis politik Universitas Indonesia itu menilai langkah Polri tersebut merupakan bagian dari upaya mengokohkan fondasi sekaligus memperkaya dinamika budaya nasional di tengah gempuran budaya global yang berpotensi mengikis identitas budaya Indonesia.
"Globalisasi memungkinkan generasi muda kehilangan rasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri. Kegiatan para seniman kontemporer yang didukung Kapolri merupakan upaya penyelamatan budaya nasional yang notabene selaras dengan agenda budaya dalam Asta Cita Prabowo-Gibran," jelas mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.
Boni menegaskan, seni tidak sekadar menjadi ekspresi budaya seorang seniman, tetapi juga mengandung pengungkapan identitas dan jati diri bangsa.
Seni, kata dia, merekam ingatan kolektif terkait nilai dan warisan leluhur sekaligus dapat membentuk karakter bangsa dengan memupuk rasa persatuan dan kebanggaan nasional.
Baca juga : Aksi 27 Agustus, Boni Hargens: Tetap Aman, Namun Waspadai Angsa Hitam
Karena itu, menurut Boni, kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pameran tersebut juga menjadi bagian dari langkah Polri memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang seni dan budaya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi warisan seni dan budaya yang ditinggalkan maestro seni rupa Nasirun.
Ia menyatakan dukungannya terhadap para seniman yang konsisten merawat warisan budaya melalui karya.
"Saya menunjukkan dukungan terhadap para seniman yang terus merawat warisan budaya dan menghormati para pendahulu melalui karya," ujar Kapolri dikutip Minggu (13/9/2026).
Kapolri memastikan komitmennya untuk terus memberikan apresiasi dan dukungan terhadap seni dan budaya Indonesia, termasuk kepada para seniman yang konsisten menjaga warisan budaya melalui karya-karyanya.
Baca juga : Cepat Tangani Karhutla Kalimantan, Kapolri Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pameran Bersimpuh di Kaki Para Guru merupakan bentuk penghormatan Nasirun kepada para guru dan perupa pendahulu yang telah memberikan inspirasi serta membentuk perjalanan keseniannya.
Nasirun dikenal sebagai salah satu pelukis kontemporer Indonesia yang konsisten mengangkat kebudayaan Jawa, spiritualitas, dan persoalan sosial dalam karya-karyanya.
Sejumlah karya dari berbagai periode turut ditampilkan, antara lain Persembahan untuk Bathara Guru (1999), Komidi Putar Pasar Malam (2010), Tahta untuk Petruk (2015), Realis yang Semurni-murninya (2018), serta Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun (2023).
Karya-karya tersebut menggambarkan perjalanan Nasirun dalam memadukan tradisi, spiritualitas, serta refleksi terhadap kehidupan sosial melalui bahasa seni kontemporer.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya