RM.id Rakyat Merdeka - Grab Indonesia berkomitmen terus membangun ekosistem yang inklusif dengan menghadirkan edukasi bahasa isyarat hingga distribusi 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli.
Inisiatif tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026, dengan mengusung semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh”.
Sebanyak 650 mitra Grab di enam kota mendapat edukasi bahasa isyarat melalui rangkaian Kopdar dan Teras Perwira. Edukasi juga menyasar karyawan Grab melalui berbagai kegiatan pembelajaran inklusif.
Sementara itu, 1.000 rompi Teman Setara didistribusikan kepada Mitra Pengemudi Tuli melalui kolaborasi Grab dan Indosat.
Baca juga : Program BERKAH Grab Berangkatkan 105 Mitra Pengemudi
Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu komunikasi antara mitra pengemudi dan pengguna. Produksi rompi turut didukung kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab.
Program ini juga melibatkan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork).
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, perjalanan Grab bersama komunitas Tuli selama hampir satu dekade tidak hanya berfokus pada akses, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang setara.
“Ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” ujar Neneng dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Baca juga : Traktir Driver, Cara Sederhana Pelanggan Grab Rayakan Momen Kemerdekaan Bersama
Selain untuk Mitra Pengemudi, edukasi bahasa isyarat diberikan kepada 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta.
Melalui kegiatan Teras Perwira, para pelaku usaha diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan saat melayani pelanggan Tuli.
Grab juga membawa pembelajaran inklusif ke lingkungan internal melalui pop-up booth Kopi Sunyi dan sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli.
Kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi karyawan Grab untuk belajar bahasa isyarat sekaligus memahami pengalaman Teman Tuli dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca juga : GrabAcademy. Dorong Ojol Naik Kelas, Bisa Jadi Pengusaha Hingga Kreator
Di sisi teknologi, Grab turut menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk mengurangi hambatan komunikasi. Fitur Disable Call memungkinkan Mitra Pengemudi Tuli berkomunikasi dengan pelanggan melalui pesan teks tanpa harus menggunakan panggilan telepon.
Dukungan tersebut dilengkapi GrabSupport bagi mitra penyandang disabilitas melalui teks, chat, dan bahasa isyarat, serta Smart Suggestion Chat Information untuk membantu komunikasi antara mitra dan pelanggan penyandang disabilitas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan GrabAccess. Sepanjang 2025, sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara memperoleh akses pendapatan melalui program tersebut.
Melalui edukasi, inovasi teknologi, dan perluasan akses ekonomi, Grab menyatakan terus berupaya menciptakan ruang yang memungkinkan penyandang disabilitas, termasuk Teman Tuli, untuk bekerja, berinteraksi, dan berkembang dalam ekosistemnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.