Dark/Light Mode

GrabAcademy. Dorong Ojol Naik Kelas, Bisa Jadi Pengusaha Hingga Kreator

Rabu, 12 Agustus 2026 14:01 WIB
Peluncuran GrabAcademy di Pendopo Pencak Silat TMII Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Peluncuran GrabAcademy di Pendopo Pencak Silat TMII Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjadi pengendara Ojek Online (Ojol) bukan berarti mentok di jalan. Begitu pula menjadi merchant bukan berarti selamanya berkutat dengan urusan pesanan.

Grab kini membuka lebih banyak jalan bagi para mitranya untuk berkembang, mulai dari pindah dari roda dua ke roda empat, merintis usaha kuliner, menjadi kreator, instruktur, hingga melanjutkan pendidikan.

Semangat itu dikemas Grab Indonesia melalui peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas, di Padepokan Pencak Silat Tamam Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (11/8/2026) dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Program ini menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant.

Bukan sekadar kursus, GrabAcademy dirancang untuk membuka lebih banyak pilihan penghidupan di dalam ekosistem Grab.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, semangat kemerdekaan seharusnya juga memberi ruang bagi setiap orang untuk terus berkembang.

“GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya,” ujar Neneng.

Baca juga : Grab Luncurkan GrabAcademy untuk Mitra Naik Kelas

Menurut Neneng, “naik kelas” tidak harus berarti meninggalkan profesi sebagai pengemudi. Justru, para mitra diberikan pilihan untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan kondisi masing-masing.

“Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur,” katanya.

Tak hanya pengemudi, GrabAcademy juga menyasar Mitra Merchant. Materinya mulai dari pengelolaan toko, menu dan pesanan, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi dan AI.

Sepanjang 2025, GrabAcademy diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Sebanyak lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara untuk merchant, kelas reguler daring digelar sekitar 10 kali setiap minggu.

Sepanjang 2025, kelas tersebut menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant. Pelatihan tatap muka juga digelar sekitar 10–12 sesi setiap minggu dan telah diikuti sekitar 1.200 merchant dari sejumlah kota.

GrabAcademy menjadi babak ketiga dari rangkaian komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. Setelah sebelumnya menghadirkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Pengemudi berprestasi serta Bonus Hari Raya 2026,

Grab kini mengarahkan perhatian pada pengembangan keterampilan. Neneng menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya memperbanyak pilihan bagi para mitra.

Baca juga : Jelang HUT RI Ke-81, Grab Tebar Promo Agustrusss Bagi Pelanggan Hingga Driver

“Naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” kata Neneng.

Sejak pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, GrabAcademy kini diperluas dengan lima jalur pengembangan. Pertama, Mitra Melaju, yang membuka kesempatan bagi Mitra GrabBike memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan.

Hingga 13 Juli 2026, tercatat 6.598 Mitra Pengemudi telah beralih ke kendaraan roda empat. Salah satunya Erna Junita. Menurut Erna, kendala terbesar ketika ingin beralih ke GrabCar adalah akses terhadap kendaraan.

“Melalui GrabAcademy, saya memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang dibutuhkan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa,” ujar Erna.

Kedua, Mitra Pengusaha, yang menyasar pengemudi yang ingin merintis usaha kuliner dan menjadi Mitra Merchant. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.

Ada pula Mitra Kreator, yang membekali pengemudi dengan kemampuan membangun kehadiran digital, membuat konten, hingga mengenal peluang monetisasi. Sekitar 14.721 mitra telah menyelesaikan modul pelatihan, sementara lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.

Jalur berikutnya, Mitra Instruktur, memberi kesempatan bagi pengemudi berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dan melatih mitra lainnya. Lebih dari 1.100 pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti jalur ini, dengan sekitar 183 orang telah menyelesaikan modul dan pelatihan.

Baca juga : Grab, Kemenhub & AISI Gelar Pelatihan Keselamatan Berkendara 1.052 Driver Motor

Terakhir, Beasiswa Mitra membuka akses pendidikan tinggi bagi mitra dan anak mitra. Sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra mendapat akses pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka.

Sejak 2022, program GrabScholar juga telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan Rp25,8 miliar.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, “naik kelas” tidak seharusnya dimaknai sebagai keharusan meninggalkan profesi yang sedang dijalani.

“Semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan,” ujar Maman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.