RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam pembunuhan terhadap Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh (62) di Teheran Iran, Rabu (31/7/2024), yang diduga dilakukan oleh Israel.
"Tindakan tersebut merupakan tindakan provokatif yang dapat meningkatkan eskalasi konflik di kawasan dan merusak proses negosiasi yang terus diupayakan," kata Kementerian Luar Negeri RI via platform media sosial X, Rabu (31/7/2024).
Hamas mengatakan, Ismail Haniyeh tewas dalam serangan Israel di ibu kota Iran. Media Iran memberitakan, serangan udara menghantam sebuah gedung veteran perang di Teheran tempat Haniyeh menginap sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Baca juga : Blinken: Amerika Tak Terlibat Pembunuhan Komandan Hamas Ismail Haniyeh
Haniyeh berada di Teheran untuk mengikuti upacara pelantikan Presiden baru Iran Masoud Pezeshkian, Selasa (30/7/2024).
Secara luas, Haniyeh dianggap sebagai pemimpin Hamas dan memainkan peran penting dalam negosiasi yang bertujuan mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza.
Israel belum memberikan tanggapan terkait tewasnya Haniyeh. Namun, negara yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu berjanji akan memusnahkan Hamas, setelah serangan 7 Oktober 2023 si wilayah selatan Israel, menewaskan 1.200 orang.
Baca juga : Iran Investigasi Serangan Terhadap Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh
Mengutip BBC, pada Rabu (31/7/2024), kantor pers pemerintah Israel mengunggah foto Haniyeh di media sosial dengan tulisan "dieliminasi". Postingan itu kemudian dihapus.
Kematian Haniyeh dapat menunda upaya mewujudkan gencatan senjata di Gaza, karena dia adalah lawan bicara yang penting dalam negosiasi yang ditengahi oleh Qatar, AS, dan Mesir.
Beberapa negara, termasuk Irak, Turki, Rusia dan Qatar mengutuk serangan yang menewaskan Haniyeh.
Baca juga : Israel Bunuh Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Di Teheran
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, negaranya tidak terlibat dalam pembunuhan ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.