RM.id Rakyat Merdeka - Perhatian Paus Fransiskus soal perdamaian dan kesejahteraan kembali disampaikan saat berkunjung ke Papua Nugini. Dalam pidatonya, Paus berpesan kepada para pemimpin setempat untuk mengelola kekayaan alam dengan adil dan bijaksana. Serta tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Paus saat berpidato di hadapan gubernur jenderal, perdana menteri, tokoh masyarakat sipil, dan korps diplomatik di APEC Haus, Papua Nugini, Sabtu (7/9/2024). APEC Haus adalah salah satu gedung konferensi modern yang terletak di tepi pantai di Port Moresby. Gedung ini dibangun untuk menjadi tempat utama penyelenggaraan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang berlangsung pada 2018.
Dalam pidato pembukanya, Paus menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat Papua Nugini. Bapa Suci menyebut Papua Nugini sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan bahasa.
Baca juga : Di Papua Nugini, Paus Fransiskus Pilih Toyota Raize, Lebih Murah Dari Zenix
Setelah itu, Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia itu menyinggung kekayaan alam Papua Nugini, yang harus dikelola dengan adil dan bijaksana. Kepala Negara itu menyampaikan pentingnya keterlibatan kerja sama internasional dalam memanfaatkan sumber daya alam. Namun, tetap menekankan kerja sama itu harus menjamin kesejahteraan masyarakat lokal.
"Kekayaan ini ditakdirkan oleh Tuhan untuk seluruh komunitas. Adalah benar bahwa kebutuhan masyarakat lokal harus mendapat perhatian yang pantas ketika mendistribusikan hasilnya dan mempekerjakan pekerja (lokal)," papar Paus.
Dalam pidato yang sama, Paus menyampaikan pentingnya stabilitas sebagai syarat untuk melakukan pembangunan. Bapa Suci mengingatkan perlunya visi jangka panjang dan suasana kerja sama di antara semua pihak untuk memastikan Papua Nugini bisa berkembang secara damai dan adil.
Baca juga : Jokowi: Kalau Dunia Cuma Ngitung Untung, Perubahan Iklim Nggak Bakal Beres
Paus tidak lupa menyampaikan keprihatinannya terhadap kekerasan antar suku yang kerap terjadi di Papua Nugini. Ia mengimbau semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan memilih jalan kerja sama untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
Pesan senada disampaikan Paus saat bertemu dengan tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 5 September 2024. Dalam acara itu, Paus memuji Indonesia yang memiliki banyak budaya, suku, dan adat-istiadat. Menurut Paus, inilah kekayaan yang sebenarnya. Kekayaan yang harus dijaga. Kekayaan bukan karena memiliki tambang emas terbesar di dunia. Namun, perdamaian, kerukunan, dan saling menghormati. "Jangan sia-siakan anugerah ini!," pesan Bapa Suci.
Sekadar latar saja, Port Moresby adalah Ibu Kota sekaligus kota terbesar di Papua Nugini. Letaknya berada di pesisir tenggara pulau Papua. Kalau dilihat di peta, kota ini berada di bagian ekor. Dekat dengan pesisir timur Australia.
Saat ini, Port Moresby termasuk salah satu daerah yang pertumbuhannya pesat di kawasan Pasifik. Meski begitu, kota ini masih menghadapi banyak tantangan, seperti kesenjangan dan stabilitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.