Dark/Light Mode

Kecam Provokasi OPM

Tokoh Adat Papua Minta Warga Puncak Jaya Tak Terhasut

Jumat, 19 Juli 2024 19:37 WIB
Tokoh Adat Papua, Herman Yoku. Foto: Istimewa
Tokoh Adat Papua, Herman Yoku. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh Adat Papua, Herman Yoku mengecam keras berbagai aksi sadis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya OPM selalu memprovokasi dan memicu kerusuhan di berbagai wilayah di Papua belakangan ini.

Tak hanya memicu kerusuhan, Herman menilai OPM telah banyak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dengan membunuh dan menindas terhadap masyarakat sipil.

Mereka berdalih memperjuangkan kemerdekaan Papua, padahal tidak semua orang Papua ingin merdeka.

"OPM banyak melakukan pelanggaran HAM dengan membunuh masyarakat sipil dengan dalih memperjuangkan Kemerdekaan Papua, padahal tidak semua orang papua ingin merdeka,” kata Herman dalam keterangannya, Jumat (19/7/2024).

Baca juga : Tokoh Adat Kecam Provokasi OPM, Warga di Puncak Jaya Diminta Tidak Terhasut

Herman mengatakan bahwa OPM telah memperdaya masyarakat Papua agar menyerang pemerintah. Padahal ia menegaskan bahwa masyarakat Papua cinta kedamaian. Dirinya menyerukan OPM untuk menghentikan semua aksi kekerasan.

"Percuma berjuang namun masih membunuh sesama orang Papua," ungkapnya.

Herman mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Papua untuk selalu menjaga kondusifitas demi mewujudkan Papua aman dan maju.

Hal senada diungkapkan oleh Tokoh Pemuda Papua, Ali Kabiay. Ia pun mengutuk keras sejumlah aksi kekerasan yang telah dilakukan OPM.

Baca juga : Geram Pada Penyidik KPK, Megawati Minta Hasto Jangan Takut Diperiksa Kuningan

Ali menengarai aksi tersebut akan berdampak buruk bagi masyarakat Bumi Cenderawasih. Oleh sebab itu, ia mendukung penuh aparat keamanan agar menindak tegas OPM. Tujuannya supaya mewujudkan kedamaian di Papua.

“Silahkan aparat bertindak, karena kami tidak ada kaitannya dengan kelompok itu,” ujar Ali.

Sebelumnya Operasi gabungan Satgas Yonif RK 753/AVT/Satgas Elang IV dan Satgas Mandala telah meringkus tiga anggota OPM di Kampung Karubate, Mulia, Puncak Jaya, Selasa (16/7/2024).

"Operasi gabungan Satgas Yonif RK 753/AVT/Satgas Elang IV dan Satgas Mandala IV pada 16 Juli 2024 berhasil menindak tegas 3 orang anggota OPM di Kampung Karubate, Mulia, Puncak Jaya," kata Kependam XVII /Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan.

Baca juga : Avian Brands Edukasi Masyarakat Tentang Pemilihan Cat yang Tepat

Candra mengatakan, ketiga orang anggota OPM tersebut merupakan anggota dari Teranus Enumbi. Kelompok ini terkenal sadis dalam melancarkan teror dan kekerasan kepada masyarakat sipil serta aparat keamanan.

Candra menerangkan, situasi terkini di Puncak Jaya, provinsi Papua Tengah pasca kerusuhan. Kerusuhan itu dipicu oleh provokasi tewasnya tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Candra menekankan, aparat keamanan akan terus meningkatkan penjagaan di sekitar lokasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan susulan sekaligus melindungi masyarakat.

"Aparat TNI-Polri akan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah dengan terus melindungi dan melayani masyarakat. Sekaligus penegakan hukum tetap ditegakkan, khususnya dari gangguan OPM," ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.