RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Australia menyelenggarakan Aussie Banget University Roadshow 2024, Kamis (3/10/2024). Acara yang berkolaborasi dengan Universitas Nasional (Unas) ini diselenggarakan di Auditorium Unas, Jakarta dan dihadiri ratusan civitas akademika Unas. Di forum ini, Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams mengenang masa-masa belajar di Indonesia.
Penny Williams mengikuti program pertukaran pelajar pada 1981-1982. Dia menjadi siswa tamu di SMA PSKD Jakarta. Meski hanya setahun, banyak ke nangan yang diperolehnya se lama di Jakarta. Pengalaman itu sangat berpengaruh bagi perjalanan kariernya sebagai Dubes Australia untuk Indonesia.
“Saya menjalin persahabatan yang erat dan dapat mengembangkan hubungan dengan Indonesia sepanjang hidup saya,” kata Dubes Williams dalam pidatonya.
Dia juga mengambil mata kuliah soal Indonesia di Pusat Kajian Indonesia, Universitas Nasional Australia (ANU). Dubes Williams menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat untuk memperkuat hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.
Baca juga : Kunjungi UNAS, Dubes Australia Tawarkan Beasiswa dan Kerja Sama Pendidikan
“Ketika saya berbicara di universitas, saya tahu sedang bicara dengan generasi masa depan Indonesia dan generasi masa depan hubungan bilateral Indonesia dan Australia,” tuturnya.
Dubes perempuan itu berharap, hubungan kedua negara semakin lengket. Baik di sektor ekonomi, maupun menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara mitra dagang dan tetangga yang penting bagi Australia.
Selain sambutan Dubes Williams, Aussie Banget University Roadshow 2024 di Unas diisi dengan diskusi panel. Diskusi menghadirkan Direktur Asosiasi Pertahanan, Luar Angkasa & Keamanan Nasional di University of Queensland, Greta Nabbs-Keller.
Dia bergabung bersama para pakar Indonesia, Kepala Bidang Kerja Sama di Unas Doktor Irma Indrayani dan Peneliti di Departemen Hubungan Internasional CSIS Andrew Mantong.
Baca juga : Bantah KPPU, Pertamina Patra Niaga Tak Monopoli Avtur Di Indonesia
Diskusi itu membahas bagaimana Australia dan Indonesia dapat mendorong kerja sama global di dunia yang multipolar.
Acara ini juga diisi dengan sesi informasi tentang Beasiswa Australia Awards Scholarship dan Belajar di Australia.
Di Unas juga terdapat Pusat Studi Australia. Beberapa stand yang berfokus pada Australia juga dihadirkan pada acara ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr Suryono Efendi mengapresiasi kegiatan Aussie Banget Roadshow.
Baca juga : Warga Antusias Saksikan Riders Parade Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024
Suryono meyakini, kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi civitas akademika Unas. Terutama membangun hubungan diplomatik antara Indonesia - Australia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.