BREAKING NEWS
 

Dubes Indonesia Untuk Uni Eropa Denis Chaibi Promosi Keuntungan Kuliah Di Eropa

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 5 November 2024 07:41 WIB
Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi (kanan) berbicara dengan para pengunjung Pameran Pendidikan Tinggi Eropa di Menara Astra, Jakarta, Sabtu (2/11/2024). (Foto: Mellani Eka Mahayana/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Uni Eropa sangat mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi mengajak para pelajar kuliah ke Eropa dan memaparkan keuntungan belajar di negara-negara Benua Biru tersebut.

Hal itu disampaikan Dubes Chaibi saat membuka Pameran Perguruan Tinggi Eropa (European Higher Education Fair/EHEF) di Jakarta, Sabtu (2/11/2024).

Menurut Dubes Chaibi, lewat pameran ini, Uni Eropa menawarkan akses kepada para mahasiswa Indonesia terhadap peluang kelas dunia di Eropa, mengasah kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk pertumbuhan Indonesia.

“EHEF adalah pameran pendidikan Uni Eropa terbesar di dunia. Ada 87 universitas datang ke Indonesia karena Indonesia sangatlah penting,” kata Dubes Chaibi yang mengenakan batik.

Dia juga mengingatkan, pendidikan adalah kunci untuk Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Dubes asal Belgia itu juga menawarkan kerja sama universitas di Indonesia dengan universitas di Eropa yang memiliki lebih banyak program penelitian.

“Kami ingin mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dengan memiliki sistem pendidikan tinggi yang lebih terhubung dengan penelitian dan pekerjaan,” terangnya.

Baca juga : Dubes Uni Eropa Untuk Indonesia Denis Chaibi Dukung Kesetaraan Gender Di Tempat Kerja

Masih terkait dukungan Eropa terhadap Indonesia Emas, Dubes Chaibi berpendapat Indonesia perlu memberikan lebih banyak akses kepada kaum perempuan di dunia kerja.

Untuk itu, dia mendorong kaum perempuan belajar dan memperoleh pendidikan terbaik di Eropa. Apalagi sebagian besar penerima beasiswa Uni Eropa, Erasmus Mundus, adalah perempuan. Meski jumlah pendaftar laki-laki dan perempuan tak beda jauh, tetapi jumlah perempuan penerima beasiswa jauh lebih tinggi.

Dubes Chaibi menuturkan keuntungan jika pelajar Indonesia kuliah di Eropa. “Ada tiga alasan menarik,” katanya.

Pertama, pendidikan yang berkualitas. Kedua, gaya hidup terbaik yang dapat dinikmati selama tinggal di sana. Ketiga, pendidikan yang dapat diakses secara universal.

Menurut Dubes Chaibi, pendidikan di Eropa berkualitas karena universitas-universitas di kawasan itu mengembangkan metode dan peralatan terkini, serta perpustakaan dan fasilitas terbaik.

Adsense

Selain itu, kampus-kampus Eropa mendorong riset atau penelitian yang merupakan elemen penting dalam pendidikan.

Baca juga : Dubes Iwan Bogananta Dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Kembangkan Industri Kreatif

“Kami memiliki banyak universitas yang telah berdiri selama berabad-abad dan terus berkembang, berinvestasi dan dievaluasi. Kami juga menjalankan proses yang disebut Bologna Process, yang berupaya menyelaraskan sekaligus menguji kualitas universitas-universitas tersebut,” terangnya.

Keuntungan berikutnya, dengan menempuh studi di negara-negara Eropa, para pelajar Indonesia juga dapat menikmati gaya hidup Eropa, yang disebut sebagai kawasan dengan gaya hidup terbaik di dunia, menurut laporan Bank Dunia beberapa tahun lalu.

“Jika Anda memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, maka Uni Eropa juga sama, Unity in Diversity (bersatu dalam keberagaman-red),” katanya.

“Anda dapat mencoba berbagai makanan dan budaya yang berbeda. Anda dapat berada di Roma pada suatu hari, di Paris pada hari berikutnya, dan di hari ketiga di Berlin atau Madrid. Ini unik,” paparnya.

Menurut Dubes Chaibi, mahasiswa yang datang ke Uni Eropa tidak hanya dapat menikmati kehidupan di universitas. Melalui program Erasmus, mereka dapat mengikuti kegiatan pertukaran pelajar dan belajar di dua negara. Mereka juga dapat bepergian ke seluruh wilayah Schengen.

“Hanya di Eropa, kami memiliki dana untuk pendidikan publik. Para pelajar yang datang dapat memperoleh manfaat dari itu,” promosinya.

Baca juga : Dubes RI Untuk China Djauhari Oratmangun Batik Semarakkan Hari Sumpah Pemuda Di Beijing

Usai membuka pameran, Chaibi mengelilingi lokasi stand perguruan tinggi. Sebanyak 87 institusi perguruan tinggi membuka booth pada pameran yang berlangsung pada 2-3 November lalu di Jakarta.

EHEF edisi ke-16 ini diikuti 15 negara anggota Uni Eropa, antara lain Belanda, Jerman, Finlandia, Norwegia, Denmark dan Swedia.

Puluhan universitas menawarkan program pendidikan dalam berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, hingga doktoral. Program studi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari teknik, ekonomi dan bisnis hingga komunikasi.

Adapun sejumlah universitas ternama dunia yang hadir di pameran ini, antara lain University of Amsterdam Belanda, Utrecht University Belanda, University of Munich Jerman, University of Oslo, Norwegia dan University of Oulu, Finlandia.

Sebelumnya, pameran itu diselenggarakan di Yogyakarta pada 30 Oktober 2024 yang dikunjungi sekitar 2.400 orang. Selain bertanya soal program studi yang disediakan, pengunjung juga bisa bertanya soal persiapan visa, kehidupan perkuliahan di negara tujuan, hingga beasiswa yang disediakan negara tujuan maupun universitas tujuan.

Setiap tahun, 4.000 pelajar Indonesia melanjutkan pendidikan ke Uni Eropa. 300 orang di antaranya memperoleh beasiswa Erasmus dan 700 orang mendapat beasiswa lainnya yang disediakan oleh negara-negara anggota Uni Eropa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense