RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Uruguay, Omar Paganini, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Rio de Janeiro, Brazil, Minggu (17/11/2024). Pertemuan ini merupakan yang pertama bagi Menlu kedua negara. Keduanya membahas kerja sama ekonomi, energi terbarukan, hingga ketahanan pangan.
Perdagangan bilateral Indonesia-Uruguay pada tahun 2020-2022 tumbuh signifikan menjadi 81,5 juta dolar AS (Rp 1,31 triliun). Indonesia ingin membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas. Untuk itu, Sugiono meminta dukungan Uruguay untuk percepatan negosiasi perdana Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Mercosur (CEPA).
“Sebagai tuan rumah organisasi Mercosur dan posisinya sebagai Presiden Pro Tempore Mercosur saat ini, peran Uruguay sangat penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia-Mercosur CEPA,” ujar Sugiono.
Baca juga : Ketemu Menhan AS, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan
Kedua Menlu juga membahas peluang kerja sama energi terbarukan, khususnya tenaga angin, udara, dan biomassa. Lebih dari 90 persen listrik Uruguay dihasilkan dari energi terbarukan, menjadikannya salah satu pemain kunci global dalam isu transisi energi.
Di sektor ketahanan pangan, Indonesia mendorong pertukaran kerja sama ahli dan pengalaman di bidang pertanian dan peternakan. Secara khusus, Indonesia juga mendorong kerja sama pada sektor food estate, komoditas padi dan daging sapi, ayam, ikan, dan produk susu untuk mendukung program prioritas nasional.
Uruguay mengharapkan dukungan sertifikasi halal dan siap memasok daging sapi ke Indonesia. Kedua negara sebelumnya menyepakati MoU Jaminan Produk Halal.
Baca juga : Sowan Ke Menhan, Dirut Pertamina Simon Bahas Ketahanan Energi Nasional
“Semoga kerja sama ini akan mendorong ekspor daging sapi dan domba halal berkualitas tinggi dari Uruguay ke Indonesia, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia,” ujar Sugiono.
Dalam pertemuan itu, Sugiono juga mengapresiasi dukungan Uruguay dan Konsul Kehormatan Indonesia di Montevideo atas bantuan yang diberikan bagi warga negara Indonesia. Setiap tahunnya terdapat 800 hingga 1000 orang WNI yang singgah di Uruguay, yang sebagian besar berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK).
Menutup pertemuan, Sugiono menyambut rencana kunjungan Menlu Uruguay ke Indonesia pada 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.