Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KTT ASEAN-China, Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Hijau Dan Digital
Kamis, 10 Oktober 2024 14:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi hijau, ekonomi digital, UMKM serta rantai pasok dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-China, di National Convention Center, Vientiane, Laos, Kamis (10/10).
Menurut Kiai Ma'ruf, perluasan akses pasar, inovasi, dan adaptasi menjadi kunci untuk mencapai kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan bagi ASEAN dan China.
Apalagi China, sebutnya telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 15 tahun berturut-turut, dengan nilai perdagangan mencapai 696,7 miliar dolar AS pada 2023.
"Perluasan akses pasar, inovasi dan adaptasi adalah kunci mencapai kemakmuran," kata Ma'ruf dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-44 dan 45 di hari kedua tersebut.
Ia berharap, perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN-RRT dikembangkan sektornya menjadi lebih luas, agar memberikan manfaat bagi kedua pihak. Wapres Ma’ruf juga meminta penguatan kemitraan ASEAN-China bisa semakin inklusif dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi selesainya negosiasi Peningkatan Perjanjian Perdagangan ASEAN RRT 3.0 yang akan memperkuat kerja sama kita di bidang ekonomi hijau, ekonomi digital, rantai pasok dan dukungan untuk UMKM," imbuhnya.
Selain penguatan perdagangan, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Wapres Ma'ruf juga mengajak seluruh negara anggota untuk mempercepat penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Perjanjian ini adalah salah satu program kerja sama unggulan ASEAN dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang sangat pesat.
Selain itu, Menko Airlangga juga mengajak ASEAN lebih konkret merealisasikan proyek ASEAN Power Grid, transisi energi, dan penguatan rantai pasok.
Baca juga : KTT Ke 44 Di Laos, Wapres Dorong ASEAN Menjadi Pusat Ekonomi Global
Bagi kawasan ASEAN, China adalah negara mitra dagang terbesar saat ini. Sedangkan bagi China, perdagangan dengan negara-negara ASEAN pada 2023 mencapai 15,9 persen dari total perdagangan luar negeri Tiongkok.
Selain itu, China juga menjadi negara sumber foreign direct investment (FDI) terbesar ketiga di kawasan ASEAN, dengan nilai investasi sebesar 17,3 miliar dolar AS pada tahun yang sama.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh seluruh Kepala Pemerintahan Negara Anggota ASEAN kecuali Myanmar (diwakili oleh Menteri Luar Negeri), dan juga Perdana Menteri Timor Leste, Perdana Menteri (PM) China Li Qiang, dan Sekretaris Jenderal ASEAN.
PM Li menyampaikan beberapa komitmen untuk penguatan hubungan ASEAN-China, antara lain meningkatkan dukungan pembangunan infrastuktur rel kereta dan pelabuhan di negara-negara ASEAN, mendorong implementasi AC FTA 3.0, memperluas kerja sama pembayaran lintas batas dan Local Currency Settlement (LCS), menambah pendanaan untuk ASEAN-China Cooperation Fund (ACCF), serta meningkatkan jumlah penerima beasiswa ASEAN-China Youth Leaders Scholarship (ACYLS) menjadi dua kali lipat dalam lima tahun mendatang.
Baca juga : Gandeng Peruri Dan SPA, Maximus Insurance Tingkatkan Keamanan Digital
Di antara lima hal yang diadopsi pada pertemuan KTT ini, salah satunya adalah ASEAN-China Leaders’ Joint Statement on the Substantial Conclusion of the ACFTA 3.0 Upgrade Negotiation, yang sebelumnya telah disahkan oleh para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dalam pertemuan Konsultasi AEM-MOFCOM ke-23 pada September 2024.
Deklarasi bersama ini menandai babak baru kerja sama ekonomi ASEAN dan RRT, karena ACFTA 3.0 telah memasukkan isu baru dalam perdagangan seperti rantai pasok, ekonomi digital, hingga ekonomi hijau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya