BREAKING NEWS
 

Pakai ‘Senjata’ Kelaparan Untuk Tekan Hamas

Keterlaluan, Israel Blokir Bantuan Pangan Ke Gaza

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 4 Maret 2025 04:15 WIB
Warga Palestina mengantre untuk mendapatkan air dari truk bantuan di daerah al-Mawasi di Khan Younis, Gaza selatan, Minggu (2/3/2025). (Foto Ashraf Amra/Anadolu)

 Sebelumnya 
Tahap ketiga dimaksudkan untuk pengembalian semua jenazah sandera yang masih hidup dan pembangunan kembali Gaza yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.

Hamas mengatakan, mereka tidak akan menyetujui perpanjangan tahap pertama tanpa jaminan dari para mediator bahwa tahap kedua pada akhirnya akan berlangsung.

Saat tahap pertama kesepakatan berakhir pada Sabtu, kantor PM Netanyahu mengatakan, Israel telah menyetujui usulan Witkoff agar gencatan senjata berlanjut selama sekitar enam minggu selama bulan suci Ramadan dan periode Paskah Yahudi.

Jika pada akhir periode ini negosiasi menemui jalan buntu, Israel tetap berhak kembali berperang.

Baca juga : China Ingin Genjot Hubungan Dengan Israel Di Tengah Ketegangan Gaza

Witkoff mengusulkan perpanjangan sementara setelah yakin, lebih banyak waktu diperlukan untuk mencoba menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas terkait persyaratan untuk mengakhiri perang.

“Dengan berakhirnya fase pertama kesepakatan penyanderaan dan mengingat penolakan Hamas untuk menerima garis besar Witkoff untuk melanjutkan pembicaraan yang disetujui Israel, Perdana Menteri Netanyahu telah memutuskan mulai pagi ini, semua barang dan perbekalan yang masuk ke Jalur Gaza akan dihentikan,” bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu.

Lembaga atau badan bantuan juga mengkonfirmasi tidak ada truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza pada Minggu pagi (2/3/2025). Padahal sebelumnya, ribuan truk memasuki Jalur Gaza setiap minggu sejak gencatan senjata disepakati pada pertengahan Januari 2025.

Saat ini, Hamas masih menyandera 59 orang, 35 di antaranya diyakini tewas akibat serangan udara Israel.

Baca juga : Bertemu Kepala Barantin, Menhan Sjafrie Bahas Kedaulatan Pangan

Genosida Israel telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2 juta jiwa bergantung pada bantuan internasional. Sekitar 600 truk bantuan telah masuk setiap hari sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, sehingga mengurangi kekhawatiran akan kelaparan yang dikemukakan oleh para ahli internasional.

Namun warga Palestina mengatakan, harga melonjak seiring kabar pemblokiran tersebut menyebar.

“Akan terjadi kelaparan dan kekacauan,” ujar seorang pengungsi di Kota Jabaliya Fayza Nassar kepada Associated Press, Minggu (2/3/2025).

Seorang pengungsi mengatakan, Israel sedang melakukan perang psikologis dengan kelaparan. Dia mengatakan, sebutir telur yang awalnya seharga 20 shekel atau sekitar Rp 91.500 menjadi 30 shekel (Rp 137 ribu).

Baca juga : Lewat Lippo untuk Indonesia Pasti, LPKR Gelar Ribuan Program dan Kegiatan

Kementerian Dalam Negeri Palestina telah menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak menimbun makanan. Mereka juga meminta para pedagang tidak mengeksploitasi pelanggan dengan menaikkan harga.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense