RM.id Rakyat Merdeka - Duta besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Abdulla Salem AlDhaheri, mengadakan acara buka puasa sekaligus santap malam bersama para tokoh lintas agama, di kediaman Duta Besar di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat dari Kementerian Agama RI dan perwakilan tokoh dari enam agama yang ada di Tanah Air.
Dalam sambutannya, Dubes AlDhaheri menjelaskan bahwa toleransi merupakan nilai yang mengakar kuat dalam masyarakat Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus menjadi pilar utama yang mendasari kebijakan Pemerintah UEA.
Baca juga : Momen Presiden Prabowo dan Jokowi Buka Puasa Bersama di Istana
"Uni Emirat Arab ibarat rumah yang dihuni warga yang berasal dari 200 negara sehingga menjadikannya sebagai salah satu negara paling plural di dunia," kata AlDhaheri.
Dubes AlDhaheri menegaskan, masyarakat UEA selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan prinsip hidup berdampingan. Karena itu, banyak tempat ibadah yang didirikan untuk para penganut berbagai agama yang berasal dari berbagai negara.
Komitmen UEA terhadap toleransi beragama bersumber dari visi pendiri UEA, Allahyarham Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan untuk membangun masyarakat yang didasarkan atas keadilan dan persaudaraan bagi semua yang tinggal bermukim di UEA.
Baca juga : Silmy Karim dan Maman Abdurrahman Hadiri Buka Puasa Bersama Alumni IKA Trisakti
AlDhaheri menjelaskan bahwa Rumah Keluarga Abraham (Abrahamic Family House) yang dibangun di UEA dimaksudkan untuk membangun semangat saling pengertian, koeksistensi, dan perdamaian di antara pemeluk berbagai agama. Merupakan perwujudan nilai-nilai bersama dari tiga agama monoteistik: Islam, Kristen, dan Yahudi.
Hadir dalam acara buka bersama ini Kepala Biro Hukum dan Hubungan Internasional Kementerian Agama RI Imam Syaukani, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Muhammad Cholil Nafis, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Najib Azka dan, dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bunyan Saptomo.
Ada juga Direktur Majelis Hukama Muslimin di Indonesia Muchlis Hanafi, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Pendeta Jason Balompapueng, Pinandita Sanggraha Nusantara Gede Pastika, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia Prof. Philip Kuncoro Wijaya, Dewan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Romo Asun Gotama, dan Wakil Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Bidang Pendidikan dan Hubungan Internasional, Chandra Setiawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.