RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah Indonesia mengevakuasi korban perang di Gaza ke Pulau Galang, masih belum final. Pemerintah diminta mengkaji rencana tersebut secara lebih mendalam.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, saat kunjungan kenegaraan ke negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan kesediaan Indonesia merawat korban Gaza. Namun, hal itu dilakukan dengan catatan semua pihak yang terlibat, termasuk negara tetangga seperti Yordania, Mesir, dan Otoritas Palestina, memberikan persetujuan.
Menurut Sekjen Partai Gerindra tersebut, kesepakatan final membawa pengungsi Gaza ke Indonesia hingga kini belum tercapai. Meski begitu, Pemerintah menyiapkan merawat korban perang Gaza di Pulau Galang.
Baca juga : Batalkan Kenaikan Pajak 250 Persen, Bupati Pati Cari Simpati
Pulau Galang berada di wilayah Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, dan memiliki Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang pernah digunakan untuk menangani pasien Covid-19. Pulau seluas sekitar 8.000 hektare ini juga memiliki fasilitas akomodasi bagi keluarga pasien.
Pada 1979 hingga 1996, Pulau Galang pernah menjadi tempat penampungan sementara bagi sekitar 250 ribu pengungsi Vietnam, yang kini menjadi kawasan wisata sejarah bernama Kampung Vietnam.
Lalu kementerian apa yang akan mengurus pengungsi Gaza? Sugiono mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti kementerian apa saja yang akan terlibat dalam rencana ini. Kemungkinan besar, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan akan menjadi pelaksana.
Baca juga : Penyebar Isu Munaslub, Ayo Tunjukkan Mukamu!
“Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga harus kita persiapkan. Jadi sewaktu-waktu itu bisa dilaksanakan, kita sudah siap. Tapi belum ada yang namanya final-final itu, belum ada,” ujar Sugiono.
Terkait bantuan pangan untuk Gaza, Sugiono mengatakan Indonesia tengah mempertimbangkan pengiriman bantuan melalui airdrop bersama negara seperti Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun, pemerintah berharap bantuan dapat dikirim lewat jalur darat. Rencananya pemerintah akan mengirim 10.000 ton beras.
Rencana evakuasi korban perang Gaza menuai pro-kontra. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta, pemerintah berhati-hati menggunakan Pulau Galang untuk menampung korban perang Gaza. Ia menegaskan rencana ini harus mendapatkan persetujuan Palestina dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca juga : Sekjen Demokrat: Ini Kemenangan Rakyat
“Apakah semua pihak sudah setuju dengan opsi tersebut? Ini yang perlu diminta klarifikasi,” kata HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.