Dark/Light Mode

Pertamina Dan PLN Teken MoU

2 BUMN Raksasa Sinergi Garap Potensi Panas Bumi

Sabtu, 9 Agustus 2025 07:05 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan P Roeslani (tengah) menyaksikan proses penandatangan kerjasama strategis antara Pertamina dan PLN. (Foto: Dok. PLN)
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan P Roeslani (tengah) menyaksikan proses penandatangan kerjasama strategis antara Pertamina dan PLN. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) berkolaborasi melakukan pengembangan energi panas bumi untuk pembangkit listrik di 19 lokasi di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat upaya meningkatkan ketahanan energi nasional.

Kesepakatan itu dituang­kan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) raksasa, dalam penandatanganan Memoran­dum of Understanding (MoU) dan Head of Agreement (HoA). Total kapasitas proyek mencapai 530 megawatt (MW) dan akan dijalankan di 19 lokasi berbeda.

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan P Roeslani menyebut, inisiatif ini menjadi langkah nyata korporasi dalam mendukung visi Pemerintah, yakni memperkuat ketahanan energi nasional lewat pemanfaatan Energi Baru Terba­rukan (EBT) nasional.

Melalui kerja sama ini, PLN dan Pertamina berkomitmen un­tuk mempercepat langkah-lang­kah strategis yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca juga : RI-Selandia Baru Patok Transaksi Rp 58 Triliun

“Pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Rosan, dikutip Jumat (8/8/2025).

Rosan mengatakan, Danantara bersama PLN dan Per­tamina memastikan, setiap ini­siatif pengelolaan aset strategis dilaksanakan dengan tata kelola yang akuntabel, profesional, dan selaras dengan standar in­ternasional.

”Melalui kolaborasi lintas BUMN yang terintegrasi, Da­nantara mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, seka­ligus memperkuat kemandirian energi Indonesia,” ujarnya.

Rosan menambahkan, kolaborasi ini mencerminkan keselarasan visi antar BUMN di sektor energi, dalam mempercepat transisi energi nasional melalui tata kelola yang akuntabel dan berstandar internasional.

Baca juga : Gubernur Diingatkan Rekrut Warga Sendiri

Sementara, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai lokomotif transisi energi, PLN akan terus mendukung langkah Pemerin­tah dalam upaya meningkatkan peran EBT secara masif, dalam kebutuhan energi di Tanah Air.

Upaya ini tidak hanya penting untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis sumber daya domestik.

“PLN memiliki peran sentral dalam penyediaan tenaga listrik yang andal dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ucap Darmo-sapaan Darmawan.

Darmo melanjutkan, melalui kerja sama ini, PLN memperkuat upaya pengembangan dan pe­manfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik. Hal ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang guna memper­besar kapasitas energi bersih.

Baca juga : Dahlia Poland, Sudah 2 Bulan Pisah Ranjang

Untuk itu, PLN terus menjalin kemitraan strategis dengan ber­bagai pihak, guna mempercepat realisasi target tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fondasi transforma­si energi nasional, yang semakin hijau dan efisien,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.