BREAKING NEWS
 

Bahas Upaya Stop Perang Di Alaska

Pertemuan Trump-Putin Di pelototi Eropa Dan Ukraina

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 11 Agustus 2025 06:20 WIB
Donald Trump (kanan) dan Vladimir Putin menghadiri KTT APEC di Danang, Vietnam, November 2017. (Foto: FOTO TANGKAPAN LAYAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska, Jumat (15/8/2025). Pertemuan itu untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Ukraina dan sejumlah negara Eropa telah berulang kali menegaskan bahwa negara yang dilanda perang itu harus menjadi bagian dari setiap proses perundingan.

Zelensky menegaskan, negaranya tidak akan menyerahkan wilayah kepada penjajah. Keputusan apa pun tanpa keterlibatan Ukraina merupakan bentuk penolakan terhadap perdamaian.

Baca juga : Gisella Anastasia, Masih Mau Nikah Lagi

Trump yang mengklaim mampu mengakhiri perang Rusia-Ukraina dalam 24 jam saat kampanye, telah menghabiskan berbulan-bulan di awal masa jabatannya untuk mencoba menjadi penengah konflik. Namun, berbagai upaya diplomatik sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan.

“Pertemuan yang paling ditunggu-tunggu antara saya dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan dilaksanakan di Negara Bagian Alaska, Jumat depan, 15 Agustus 2025,” tulis Trump di Truth Social, Sabtu (9/8/2025).

Menurut laporan Washington Post dan NBC News, Gedung Putih tengah mempertimbangkan mengundang Zelensky ke Alaska. Seorang pejabat senior AS mengatakan, kehadiran Zelensky sebagai sesuatu yang sangat mungkin, meski belum ada konfirmasi resmi dari Kiev.

Baca juga : Kasus Kuota Haji Naik Penyidikan, KPK Panggil Yaqut Lagi

“Presiden Trump tetap terbuka terhadap kemungkinan pertemuan trilateral. Namun saat ini, fokus utama adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Putin,” ujar pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya.

Zelensky meragukan efektivitas pertemuan Trump-Putin jika Ukraina tidak dilibatkan. Dalam pernyataan di Telegram, Sabtu (9/8/2025), dia menegaskan integritas wilayah Ukraina tidak bisa dinegosiasikan.

“Ukraina tidak akan memberikan hadiah apa pun kepada Rusia atas apa yang telah dilakukannya. Warga Ukraina tidak akan menyerahkan tanah mereka kepada penjajah,” tegasnya.

Baca juga : Gibran Dan Dasco Makan Siang Bareng, Menunya Bakso

Dia juga memperingatkan bahwa pertemuan bilateral yang mengabaikan Kiev dan Eropa berisiko menimbulkan keputusan yang tidak membawa hasil nyata.

“Keputusan apa pun yang tidak melibatkan Ukraina adalah keputusan yang menentang perdamaian,” ujar Zelensky dikutip dari CBS News, Minggu (10/8/2025).

Adsense

Sikap serupa disampaikan para pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, Presiden Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense