BREAKING NEWS
 

Dipilih Gen Z Nepal Lewat Discord, Sushila Karki Jadi Perdana Menteri

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Sabtu, 13 September 2025 12:49 WIB
Perdana Menteri baru Nepal Sushila Karki. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Gen Z Nepal memilih Sushila Karki sebagai Perdana Menteri (PM) baru lewat pemungutan suara daring di aplikasi komunikasi Discord. Mantan Ketua Mahkamah Agung itu resmi dilantik pada Jumat (12/9) oleh Presiden Ram Chandra Paudel, menggantikan Sharma Oli yang mundur setelah gelombang protes meluas.

Pemilihan Karki berlangsung tidak biasa. Ribuan aktivis muda menggunakan Discord untuk membahas arah politik Nepal dan menentukan pemimpin baru. Setelah dua hari negosiasi intensif antara Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel, Presiden Paudel, dan perwakilan Gen Z, nama Karki muncul sebagai kesepakatan bersama.

Discord, aplikasi yang semula hanya populer di kalangan pemain game, kini menjelma sebagai ruang komunitas lintas isu. Di Nepal, platform itu bahkan menjadi arena politik yang melahirkan keputusan pergantian pemimpin.

Baca juga : Golkar Sulap Kantor DPD Jatim Jadi Rumah Aspirasi

Karki yang kini berusia 73 tahun menjalani pelantikan di istana presiden. Ia hadir mengenakan sari merah, mengambil sumpah, namun memilih tidak menyampaikan pidato. Sebagai gantinya, ia tersenyum, membungkuk, dan berulang kali merapatkan tangan dalam salam tradisional.

“Selamat! Kami mendoakan kesuksesan Anda, mendoakan kesuksesan negara ini,” ujar Presiden Paudel kepada Karki dalam upacara yang disiarkan televisi pemerintah, dikutip AFP.

Adsense

Latar belakang pergantian kepemimpinan ini adalah demonstrasi besar-besaran yang melanda Nepal dalam dua pekan terakhir. Warga menuntut mundurnya pejabat yang dianggap korup dan gagal mengatasi persoalan ekonomi.

Baca juga : Demo Ojol Di Solo Ricuh, Plaza Manahan Jadi Medan Bentrok

Polisi merespons aksi itu dengan gas air mata, peluru karet, bahkan peluru tajam yang seharusnya tidak digunakan untuk mengendalikan massa.

Unjuk rasa pecah setelah pemerintah memblokir 26 platform media sosial populer, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan X.

Langkah itu diambil karena perusahaan-perusahaan teknologi dinilai tidak patuh pada regulasi baru. Namun, keputusan tersebut justru memperlebar ketidakpuasan masyarakat.

Baca juga : PDC Dukung Pendidikan Lewat Partisipasi di Pertamina Energi Negeri 8.0

Selain represi digital, masalah ketimpangan sosial dan meningkatnya pengangguran menambah beban hidup warga.

Faktor-faktor ini melecut generasi muda untuk bergerak, memanfaatkan teknologi, dan akhirnya mendorong lahirnya kepemimpinan baru lewat jalur yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense