BREAKING NEWS
 

Israel Bebaskan 1.966 Sandera Palestina

Tangis Haru Ribuan Warga Sambut Tawanan Di Gaza

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 15 Oktober 2025 05:51 WIB
Ribuan warga Palestina berdesak-desakan menyambut para sandera yang dibebaskan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza, Palestina, Senin (13/10/2025). (Foto Anadolu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ribuan warga Palestina berkumpul di sekitar kamp pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza, untuk menyambut 1.966 tahanan yang dibebaskan Israel, Senin (13/10/2025). Mereka datang dari berbagai wilayah di Palestina. Tangisan bahagia mengiringi puluhan bus yang mengangkut para tahanan.

Ribua  tahanan ini tidak langsung dipulangkan ke keluarga masing-masing. Mereka terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Kepulangan ribuan tahanan ini terjadi setelah Hamas menyerahkan 20 sandera Israel yang masih hidup. Pertukaran tersebut merupakan hasil kesepakatan fase pertama gencatan senjata yang dirancang dalam kerangka rencana perdamaian 20 poin, yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kesepakatan itu telah disetujui Israel dan Hamas sebagai langkah awal mengakhiri perang dua tahun di Gaza. Kesepakatan tersebut diumumkan, Kamis (9/10/2025).

Berdasarkan perjanjian tersebut, Israel membebaskan 250 warga Palestina yang dihukum karena pembunuhan dan kejahatan berat. Selain itu, turut dibebaskan 1.700 tahanan yang ditahan sejak awal perang, 22 anak di bawah umur, serta 360 jenazah militan.

“Saya bahagia karena putra-putri kami dibebaskan,” ujar salah satu warga Palestina Um Ahmed yang menyambut saudaranya, Senin (13/10/2025).

Dikutip dari kantor berita Anadolu, Selasa (14/10/2025), ribuan warga Palestina rela berdesak-desakan demi menyambut para tahanan. Beberapa tahanan juga tidak kalah gembira kembali ke tanah kelahiran mereka. Ada yang melambaikan tangan dari jendela sambil mengacungkan simbol kemenangan.

Baca juga : Indonesia Dan Selandia Baru Terus Bekerja Sama Kembangkan Kawasan Pasifik

Sebelum kedatangan mereka, anggota sayap bersenjata Hamas berseragam hitam sudah tiba di lokasi untuk menyambut para tahanan. Lagu-lagu perjuangan Palestina menggema dari pengeras suara sebagai bentuk penghormatan.

Di Ramallah, Tepi Barat, suasana tak kalah emosional. Seorang dokter bernama Samer Halabeya, yang sebelumnya ditahan Israel, mengaku baru mengetahui akan dibebaskan saat kesepakatan damai tahap pertama disahkan.

“Kami berharap semua tahanan segera bebas,” ujarnya, didampingi sang ibu yang menangis bahagia.

Mohammad Al-Khatib, yang dipenjara selama 20 tahun karena membunuh tiga warga Israel, mengaku tidak percaya bisa kembali ke keluarganya di Betlehem. “Kami selalu punya harapan. Itu yang membuat kami bertahan,” ujarnya.

Sementara, 20 warga Israel yang sandera Hamas juga disambut bahagia keluarga mereka di Tel Aviv, Senin (13/10/2025).

Adsense

Empat sandera Hamas yang telah meninggal juga dipulangkan ke Israel pada hari yang sama. Sedangkan 24 sandera lainnya, dijadwalkan akan diserahkan setelah Israel membuka pintu masuk untuk pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza.

Warga Israel turut menyaksikan kepulangan para sandera lewat siaran langsung yang ditayangkan di layar LCD besar di alun-alun Tel Aviv.

Baca juga : Prabowo: Perdamaian Palestina-Israel Takkan Datang Jika Keamanan Tak Dijamin

Kerumunan orang bersorak-sorai, air mata kebahagiaan mengalir di wajah keluarga dan teman. “Kamu masih hidup! Dua tangan dan dua kaki masih lengkap,” teriak Zvika Mor, histeris bahagia saat melihat putranya, Eitan, untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dilansir Associated Press.

Sementara, Bar Kupershtein dipertemukan kembali dengan ayahnya, Tal. Sang ayah yang harus menggunakan kursi roda akibat kecelakaan mobil dan stroke, berusaha berdiri untuk memeluk putranya yang akhirnya bebas.

Kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan ini menjadi simbol harapan baru bagi warga Palestina dan Israel, setelah dua tahun konflik yang menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Bantuan Mengalir Deras

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan Israel, Senin (13/10/2025), untuk segera membuka jalur bantuan kemanusiaan secara luas.

“Bantuan kemanusiaan kini mengalir deras. Termasuk ratusan truk berisi makanan, peralatan medis dan pasokan lainnya,” ujar Trump usai melakukan pertemuan dengan para pemimpin dunia di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025).

Trump menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada negara-negara Arab dan Muslim yang telah membantu proses perdamaian dan perbaikan kualitas hidup warga Palestina.

Dia juga mengatakan, rekonstruksi Gaza harus mencakup demiliterisasi wilayah tersebut dan pembentukan pasukan polisi sipil baru yang jujur untuk menjamin keamanan penduduknya.

Baca juga : Cerita Seskab Teddy Soal Anjing Yang Selamatkan Warga Saat Banjir Besar Bali

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.800 warga Palestina di Gaza. Kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak, serta menjadikan wilayah kantong itu sebagian besar tidak layak huni.

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense