BREAKING NEWS
 

Habis Ditelepon Trump, PM Takaichi: AS Berkawan Baik Dengan Jepang

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 25 November 2025 15:58 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Jepang Sanae Takaichi (Foto: kolase IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi memastikan dirinya memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini disampaikan Takaichi kepada wartawan, usai menerima telepon dari Trump, yang sebelumnya teleponan dengan Presiden China Xi Jinping, Selasa (25/11/2025). 

Seperti diketahui, hubungan China-Jepang kembali memanas, setelah PM Takaichi menyebut serangan China terhadap Taiwan mengancam kelangsungan hidup Jepang dan dapat memicu respons militer pada 7 November lalu. 

“Presiden Trump mengatakan, beliau dan saya berteman baik. Beliau akan senang menerima panggilan telepon dari saya, kapan saja,” ungkap Takaichi, seperti dikutip Reuters.

Baca juga : Lansia Di Jombang Terima Bantuan Becak Listrik Dari Prabowo

“Dalam pembicaraan telepon itu, Trump menyampaikan penjelasan singkat tentang perkembangan terkini hubungan AS-China,” imbuhnya, tanpa memberikan informasi lebih lanjut. 

Adsense

Melansir situs resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, dalam pembicaraan dengan Trump pada Senin (24/11/2025), Presiden Xi menegaskan posisi China terkait masalah Taiwan. 

“Presiden Xi menggarisbawahi, kembalinya Taiwan ke China merupakan bagian integral dari tatanan internasional pasca perang China. AS berjuang bahu-membahu melawan fasisme dan militerisme. Mengingat apa yang sedang terjadi, semakin penting bagi kita untuk bersama-sama menjaga kemenangan Perang Dunia II," demikian pernyataan Kemlu China.

Baca juga : Gelar Rapat Di Hambalang, Prabowo Nyatakan Perang Dengan Penambang Ilegal

Kemlu China juga menggarisbawahi, Presiden Trump menyebut Presiden Xi sebagai pemimpin yang hebat. "Saya sangat menikmati pertemuan di Busan, dan sepenuhnya sependapat dengan komentar Anda tentang hubungan Tiongkok-AS. Kedua pihak menerapkan semua elemen yang telah disepakati di Busan," kata Trump, seperti dikutip Kemlu China.

"China adalah bagian besar dari kemenangan Perang Dunia II. AS memahami betapa pentingnya masalah Taiwan bagi China," imbuhnya. 

Pada pembicaraan telepon pada Senin (24/11/2025), Trump dan Xi juga membahas krisis Ukraina. Dalam kesempatan tersebut, Xi menekankan dukungan China terhadap semua upaya yang kondusif bagi perdamaian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense