RM.id Rakyat Merdeka - Total korban tewas dalam serangan teroris terhadap komunitas Yahudi yang tengah merayakan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney Australia pada Minggu (14/12/2025) malam, kini berjumlah 16. Termasuk, satu pelaku berusia 50 tahun. Dia merupakan ayah dari pelaku lain yang berusia 24 tahun, yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.
Korban luka yang dirawat di RS New South Wales (NSW), berjumlah 42 orang. Mereka berada pada rentang usia 10-87 tahun.
“Ini fakta yang menghancurkan,” kata Perdana Menteri (PM) NSW Chris Minss dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, Komisaris Ambulans NSW Dominic Morgan, dan Komisaris Kepolisian New South Wales Mal Lanyon di Kantor Polisi NSW, Senin (15/12/2025) pagi.
Baca juga : Serangan Teroris Di Pantai Bondi Sydney Tewaskan 12 Orang, 29 Luka-Luka
“Jelas sekali, komunitas Yahudi di New South Wales sangat terpukul pagi ini,” imbuhnya.
Dia pun meminta publik menguatkan simpati dan dukungannya terhadap komunitas Yahudi di Australia.
“Kita perlu mengirimkan penolakan yang kuat dan jelas terhadap antisemitisme dalam segala bentuk. Tidak ada toleransi untuk rasisme atau kebencian terhadap Yahudi di New South Wales atau Australia,” tegasnya.
Baca juga : Gas Jadi Pilar Transisi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Menguat
Chris Minss mengimbau publik untuk terus melawan antisemit dalam berbagai bentuk. Termasuk di media sosial.
"Di mana pun itu, kita perlu melawan antisemitisme. Itu beracun. Itu seperti kanker dalam sebuah komunitas. Dan seperti yang Anda lihat tadi malam, hal itu menyebabkan implikasi yang sangat menghancurkan masyarakat negara kita," tutur Chris Minss.
"Ada kemarahan publik dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat New South Wales, juga Australia. Perlu ada waktu untuk berkabung. Kita perlu berada dalam posisi untuk menyembuhkan luka komunitas Yahudi di negara bagian ini," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.