RM.id Rakyat Merdeka - Kolaborasi Prancis–Indonesia tahun 2026 bakal fokus pada inovasi dan sains, serta pengembangan beras bergizi untuk pelajar. Program ini menjadi bukti nyata kerja sama kedua negara dalam mendorong generasi muda Indonesia sehat, cerdas dan siap bersaing.
Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan, penguatan hubungan bilateral Prancis dan Indonesia menjadi prioritas utama kedua negara, dengan inovasi sebagai salah satu fokus kerja sama ke depannya.
Hal itu disampaikan Dubes Penone saat menghadiri peluncuran Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026, di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Acara yang berlangsung di kawasan Menteng itu dihadiri sekitar 30 orang dari berbagai latar belakang. Hadir juga Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
Menurut Dubes Penone, hubungan kedua negara semakin erat setelah pertemuan intensif Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto. Termasuk kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia serta kunjungan resmi Prabowo ke Paris pada peringatan Hari Bastille.
Prabowo mencatatkan sejarah sebagai Presiden Indonesia pertama yang menjadi tamu kehormatan dalam upacara peringatan tersebut pada 14 Juli 2025 di Paris, Prancis.
Undangan resmi dari Macron itu menempatkan Indonesia dalam deretan negara-negara mitra strategis yang pernah mendapat kehormatan serupa dalam sejarah panjang Bastille Day. Hal ini juga merupakan kehormatan bagi bangsa Indonesia di panggung diplomasi internasional.
Baca juga : PLN UID Jakarta Raya Bagikan 300 Sembako dan Beasiswa untuk Ojol Listrik
“Tahun ini sangat penting bagi hubungan kedua negara. Kami ingin melangkah ke depan dengan melihat masa depan. Inovasi menjadi salah satu kunci,” ujarnya.
Dubes yang merangkap tugas untuk Timor Leste dan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu mengatakan, baik Prancis maupun Indonesia merupakan negara yang kreatif dan inovatif, dengan keberagaman budaya serta talenta yang besar.
Karena itu, kerja sama diarahkan untuk menghubungkan soft power kedua negara, membuka peluang bisnis berbasis inovasi, sains, dan industri kreatif, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Setelah tahun ini fokus kerja sama diarahkan pada sektor budaya, ditandai dengan deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada 29 Mei 2025, pada 2026 Prancis akan menitikberatkan kerja sama di bidang sains, inovasi dan kreasi.
“Kami ingin menginstitusionalisasi dan memperluas berbagai proyek yang sudah berjalan agar menjadi lebih strategis,” katanya.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari fashion, desain, film, gim, gastronomi, hingga bidang strategis seperti maritim, agronomi, pertanian, dan antariksa. Menurutnya, penguatan jejaring antaruniversitas dan lembaga riset menjadi kunci pengembangan ke depan.
Baca juga : DPD RI-Dewan Federasi Rusia Perkuat Diplomasi Parlemen
Sejalan dengan hal itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie menegaskan, inovasi merupakan elemen penting meningkatkan daya saing bangsa. Menurutnya, kolaborasi internasional dengan Prancis sangat strategis untuk memperkuat ekosistem riset, pengembangan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia Indonesia.
“Indonesia memiliki talenta besar dan potensi inovasi yang kuat. Kolaborasi riset dan inovasi internasional perlu diperluas agar hasil riset dapat berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” ujar Stella.
Terkait kerja sama riset tentang beras bergizi atau beras yang diperkaya, Dubes Penone menyatakan bahwa kerja sama riset di bidang agronomi antara Prancis dan Indonesia telah berlangsung sejak lama. Program ini dinilai relevan dengan kebijakan Prabowo terkait penyediaan makanan bergizi bagi pelajar.
“Kami telah bekerja lama dengan lembaga riset Indonesia. Salah satu program konkret adalah pengembangan beras bergizi untuk pelajar. Ini bukan hal baru, tapi kami terus mendukung agar teknologi pangan ini bisa diterapkan lebih luas,” jelasnya.
Dengan inovasi dan program beras bergizi sebagai motor utama, Prancis dan Indonesia optimistis kemitraan strategis kedua negara akan semakin kuat, berkelanjutan dan berdampak nyata bagi generasi muda, ekonomi dan pembangunan nasional.
“Ini peluang konkret untuk membantu sekaligus mendorong penggunaan beras yang diperkaya bagi para siswa,” ujarnya.
Baca juga : KSPSI dan KOWAJA Jalin Kerja Sama Pengadaan Beras untuk Pekerja Jakarta
Selain inovasi, kerja sama pertahanan dan keamanan tetap menjadi prioritas 2026. Kedua negara memperkuat kolaborasi mulai dari pengadaan alutsista—seperti A400M, jet tempur Rafale, dan pembangunan kapal selam, sampai transfer teknologi dan penguatan industri pertahanan.
Kerja Sama Pertahanan
Terkait kerja sama pertahanan, Dubes Penone memastikan sektor pertahanan dan keamanan tetap menjadi prioritas pada 2026.
“Kerja sama ini bukan hanya soal alutsista, tetapi juga transfer teknologi, kolaborasi industri dan pertukaran petugas operasional,” tuturnya.
Dia menambahkan, interaksi antarteknisi, insinyur, dan industri pertahanan kedua negara akan semakin mempererat basis industri dan teknologi pertahanan Prancis–Indonesia di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.