RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sulit ditebak, para sekutu Negeri Paman Sam mulai mencari sandaran baru, China. Teranyar, Inggris dan Kanada merapat ke Negeri Panda dan hal itu memicu kemarahan Trump.
Kedekatan para sekutu AS dengan China mendapat sorotan Trump. Dari Washington DC, saat menghadiri pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania, Presiden ke-47 AS tersebut menyebut langkah Inggris membangun kerja sama dengan China sebagai tindakan yang “sangat berbahaya”.
Pernyataan Trump muncul di tengah kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer ke China pada 28–31 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memperbaiki hubungan London–Beijing yang sempat merenggang dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga : Prilly Latuconsina, Banjir Permintaan Koneksi Di LinkedIn
Sebelum bertemu Presiden China Xi Jinping, Starmer menegaskan, Inggris menginginkan hubungan yang lebih beragam dan matang dengan China.
“Kerja sama di bidang perubahan iklim dan menjaga stabilitas global di masa yang penuh tantangan adalah fokus bersama kami,” ujar Starmer, dikutip dari BBC, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan Starmer dan Xi, Kamis (29/1/2026), menghasilkan hal penting. Kedua negara sepakat mengembangkan kemitraan strategis jangka panjang yang stabil dan komprehensif. Inggris juga memperoleh fasilitas bebas visa bagi warganya untuk keperluan bisnis dan wisata, bergabung dengan puluhan negara lain.
Baca juga : Siapa Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Atau Jeffrie Geovanie?
Tak hanya itu, sejumlah kesepakatan ekonomi diumumkan. Di antaranya, penurunan tarif wiski serta investasi sebesar 10,9 miliar poundsterling oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di China. Kerja sama di bidang kejahatan terorganisir dan penanganan imigrasi ilegal turut diteken.
Namun, langkah Inggris ini membuat Trump bereaksi keras.
“Sangat berbahaya bagi mereka melakukan itu,” ujar Trump di Washington DC.
Baca juga : Selama Ramadan, Tetap Diberikan: Ada MBG Reguler, Ada Makanan Kering
Nada serupa juga dilontarkan Trump saat menanggapi kunjungan PM Kanada Mark Carney ke China pekan lalu. Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap Kanada jika tetap melanjutkan kesepakatan ekonomi dengan China.
“Ini bahkan lebih berbahaya bagi Kanada,” kata Trump.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.